Klub asal Arab Saudi, Al Ahli, sukses mengamankan trofi AFC Champions League Elite musim 2025/26 setelah menaklukkan wakil Jepang, Machida Zelvia, dengan skor 1-0 pada Sabtu (25/4). Gol kemenangan tunggal dicetak oleh Firas Al-Burikan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, hasil ini membuat Al Ahli menjadi tim pertama yang meraih gelar juara Asia secara beruntun sejak tahun 2005. Pencapaian sejarah tersebut dipastikan melalui penyelesaian akhir Al-Burikan pada menit keenam babak tambahan waktu setelah menerima umpan dari Franck Kessie.
Pertandingan final ini diwarnai dengan perjuangan berat tuan rumah yang harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua. Bek Zakaria Hawsawi menerima kartu merah langsung dari wasit akibat melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan, Tete Yangi, di depan 60.000 penonton.
Winger Al Ahli, Riyad Mahrez, memberikan tanggapan mengenai kondisi timnya yang kekurangan jumlah pemain di lapangan hijau tersebut.
"Bermain 10 lawan 11 hampir mustahil. Namun, setelah kartu merah, kami justru semakin solid dan berjuang lebih keras hingga akhirnya mampu mencetak gol," ujar Riyad Mahrez, Mantan pemain Manchester City.
Meski unggul jumlah pemain, Machida Zelvia gagal menembus pertahanan rapat Al-Malaki yang dikawal ketat oleh kiper Édouard Mendy. Penampilan impresif Mendy di bawah mistar gawang tercatat mampu menggagalkan seluruh peluang emas yang diciptakan oleh tim debutan asal Jepang tersebut.
Pelatih Machida Zelvia, Go Kuroda, mengakui bahwa faktor jam terbang menjadi pembeda utama dalam laga krusial yang menentukan gelar tertinggi di level klub Asia ini.
"Bermain 10 lawan 11 hampir mustahil. Namun, setelah kartu merah, kami justru semakin solid dan berjuang lebih keras hingga akhirnya mampu mencetak gol," ujar Go Kuroda, Pelatih Machida Zelvia.
Keberhasilan Al Ahli ini menyamai rekor rival sekota mereka, Al Ittihad, yang juga pernah mempertahankan gelar juara pada dua dekade silam. Turnamen musim ini tetap berjalan kompetitif meski sempat mengalami penyesuaian jadwal dan format akibat dinamika situasi keamanan di wilayah Timur Tengah.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·