Alanyaspor Tahan Imbang Antalyaspor di Tengah Kontroversi Gol Iptal

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Alanyaspor bermain imbang tanpa gol saat bertamu ke markas Antalyaspor dalam laga Derbi Akdeniz pada pekan ke-33 Trendyol Super Lig di Stadion Corendon Airlines Park, Minggu, 3 Mei 2026. Pertandingan ini diwarnai keputusan kontroversial wasit Atilla Karaoglan yang menganulir gol tim tamu pada babak kedua.

Hasil ini membuat Alanyaspor mengumpulkan 34 poin, sementara Antalyaspor mengantongi 29 poin di papan klasemen. Meski mendominasi peluang melalui penyerang Hwang Ui-Jo pada menit ke-8 dan ke-25, tim asuhan Joao Pereira gagal membawa pulang poin penuh akibat intervensi VAR.

Momen krusial terjadi pada menit ke-63 ketika bek Alanyaspor, Nuno Lima, berhasil menyarangkan bola ke gawang tuan rumah. Namun, dilansir dari mansetalanya.com, wasit Atilla Karaoglan membatalkan gol tersebut setelah meninjau monitor VAR dan menyatakan telah terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pelatih kepala Alanyaspor, Joao Pereira, yang mempertanyakan keberanian wasit jika situasi serupa terjadi pada klub besar Turki. Pereira menilai timnya dirugikan karena menganggap posisi tersebut murni gol tanpa adanya pelanggaran.

"Net golümüz iptal edildi. Bir şeyi merak ediyorum. Atilla Karaoğlan; Fenerbahçe, Galatasaray veya Beşiktaş'ın sahasında böyle bir golü iptal edebilir miydi? Böyle bir cesareti olur muydu? Bunu merak ediyorum. Çünkü net bir goldü. Faul yoktu." kata Joao Pereira, Pelatih Alanyaspor sebagaimana dikutip dari yenicaggazetesi.com.

Kekecewaan tim tamu berlanjut hingga pengujung laga setelah sejumlah peluang dari pemain pengganti Nicolas Janvier dan tembakan Ruan pada menit ke-80 serta 83 gagal berbuah hasil. Antalyaspor juga tidak mampu memaksimalkan beberapa serangan balik untuk mencetak gol kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

Sepanjang pertandingan yang berjalan keras, wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Maestro dan Umit Akdag dari pihak Alanyaspor, serta Samuel Ballet dari Antalyaspor. Laga berakhir dengan kedudukan kacamata yang menempatkan keputusan wasit sebagai pusat pembicaraan publik sepak bola Turki.