Amadeus Symphony Orchestra Gandeng Musisi Eropa di Jakarta

Sedang Trending 1 jam yang lalu

YAYASAN Musik Amadeus Indonesia menghelat pertunjukan untuk umum pertamanya tahun ini dengan menampilkan karya-karya komponis anak ajaib (prodigy), yakni Mozart, Mendelssohn dan Bizet. Konser bertajuk “The Prodigies” itu digelar pada Sabtu, 18 April 2026, di Aula Simfonia Jakarta, Jakarta Pusat. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Konser tersebut menampilkan Henrik Hochschild, associate concert master Leipzig Gewandhaus Orchestra sekaligus profesor biola di Hochschule für Musik und Theater (HMT) "Felix Mendelssohn-Bartholdy" dari Jerman. Konser ini juga menghadirkan Ioana Cristina Goicea, profesor biola di Universität für Musik und darstellende Kunst (MDW) di Wina. 

Amadeus Symphony Orchestra (ASO) menampilkan karya yang sangat terkenal, seperti Mendelssohn Violin Concerto, juga memperkenalkan karya yang belum pernah dimainkan di Indonesia, yakni komposisi Mozart dan Bizet.

Hochschild menjelaskan bahwa anak ajaib (prodigy) merupakan sesuatu yang istimewa. Menurut dia, anak ajaib yang berhasil tumbuh menjadi musisi dewasa merupakan fenomena yang sulit ditemukan. "Mozart, Mendelssohn, dan Bizet adalah contoh yang berhasil dan mereka beruntung karena memiliki sistem pendukung yang kuat, yakni orang tua, guru dan sekolah," kata Hochschild. 

Ioana Cristina Goicea menyambut antusiasme penonton Indonesia atas penampilannya. "Terima kasih banyak, saya senang untuk bisa tampil di sini," ujarnya. 

Konser dimulai dengan Symphony No. 9 in C Major, K. 73 karya Wolfgang Amadeus Mozart, dilanjutkan dengan Violin Concerto in e minor, Op. 64 karya Felix Mendelssohn dengan Ioana Cristina Goicea, kemudian diakhiri dengan Symphony in C Major karya Georges Bizet. 

Goicea mempersembahkan sebuah encore tanpa diiringi orkestra pada akhir babak pertama, kemudian seluruh orkestra mempersembahkan encore “Let it Be Dynamite, Mr. Strauss!” di akhir babak kedua.

Amadeus Symphony Orchestra gandeng musisi Henrik Hochschild dan Ioana Cristina Goicea tampil di Aula Simfonia Jakarta, Jakarta Pusat, 18 April 2026. Tempo/Savero Aristia Wienanto

Profil Henrik Hochschild

Henrik Hochschild lahir di Leipzig, Jerman. Ia telah menjadi associate concert master di Leipzig Gewandhaus Orchestra sejak 1990. Hochschild belajar biola pada usia 8 tahun di bawah bimbingan Gabriele Schwarz dan melanjutkan pendidikan ke HMT "Felix Mendelssohn-Bartholdy", Leipzig, di bawah Klaus Hertel (biola), Prof. Gerhard Bosse (musik kamar) dan Günter Neubert (komposisi), juga Prof. Volker Rohde (conducting). 

Pada 1993, Hochschild turut mendirikan Gewandhaus Octet dan tampil berkala di berbagai negara hingga 2003. Sejak 2000, ia melatih biola dan orkestra di International Youth Academy di Pleystein, Oberfalz. Di sana, Hochschild mengajar anak-anak muda dalam berbagai aspek bermain orkestra. Tempat mengajar utamanya adalah HMT "Felix Mendelssohn-Bartholdy" di mana ia menjadi profesor biola sejak 2010. 

Hochschild juga bekerja dengan berbagai orkestra anak muda, seperti Schleswig-Holstein Music Festival Orchestra, Junge Deutsche Philharmonie, Leipzig Hochschule Orchestra, "Landesjugendorchester" Saxony dan Leipzig University Orchestra. Di Asia, ia mengajar di "Affinis Music Festival" di Jepang, mengadakan lokalatih dan lokakarya bermain biola, musik kamar dan orkestra. Hochschild menjabat sebagai Special Principal Concertmaster Pacific Philharmonia Tokyo untuk musim 23/24.

Profil Ioana Cristina Goicea

Ioana Cristina Goicea merupakan pemain biola istimewa di generasinya. Perempuan kelahiran Rumania itu memenangkan juara pertama dalam 2017 Michael Hill International Violin Competition di New Zealand dan disebut sebagai “bintang baru di cakrawala musik”. 

Pada 2018, Goicea memenangkan juara pertama German Music Competition di Bonn dan menerima penghargaan di International Violin Competition of Indianapolis. Pada 2019, ia mendapatkan penghargaan di Queen Elisabeth Competition di Brussels yang bergengsi. 

Goicea juga pernah memenangkan J. Brahms International Competition pada 2013 dan mendapatkan penghargaan di “Fritz Kreisler” International Violin Competition di Wina pada 2014. Ia telah bermain solo di gedung-gedung konser terkenal di Eropa, Asia, Amerika, New Zealand dan Australia, seperti Concertgebouw Amsterdam, Konzerthaus Berlin, Cologne Philharmonie, St Martin-in-the-Fields London, Melbourne Recital Center, Wiener Konzerthaus, Bozar Brussels, Meistersingerhalle Nürnberg, Shanghai Concert Hall, Athenaeum Bucharest, dan Townhall Auckland.