Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz Pasca Kegagalan Perundingan Damai

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Sejumlah kapal tanker gagal melewati Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat melakukan blokade menyusul kebuntuan perundingan damai dengan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran internasional di wilayah Teluk.

Dilansir dari Detik Finance, salah satu armada yang terdampak adalah Rich Starry, kapal tanker milik perusahaan China yang sedang dalam status sanksi Amerika Serikat. Kapal tersebut terpaksa memutar balik ke arah perairan Iran meskipun sebelumnya sempat berhasil keluar dari wilayah Teluk.

Pihak militer menyatakan bahwa upaya pengetatan jalur ini membuahkan hasil pada periode awal pelaksanaan operasi tersebut.

"Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS," ujar Komando Pusat AS dikutip dari Reuters, Kamis, (16/4/2026).

Data dari Komando Pusat Amerika Serikat menunjukkan terdapat delapan kapal yang mencoba menembus barikade, namun seluruhnya menemui kegagalan. Enam di antaranya memilih mematuhi instruksi militer untuk kembali ke pelabuhan Iran, sementara sebuah kapal perusak juga mencegat dua tanker di Teluk Oman.

Rich Starry yang dioperasikan oleh Shanghai Xuanrun Shipping Co membawa muatan sekitar 250.000 barel metanol dari Uni Emirat Arab saat dihentikan. Kapal berukuran menengah ini kini tertahan di dekat perairan Iran bersama pemiliknya yang juga masuk dalam daftar sanksi karena transaksi dengan Teheran.

Blokade ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku industri perkapalan, perusahaan minyak, serta penyedia asuransi risiko perang. Volume lalu lintas kapal saat ini merosot tajam dibandingkan kondisi sebelum pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.

Sejauh ini belum ada tanker pengangkut minyak mentah ekspor Iran yang dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut. Sebagai antisipasi, Iran yang merupakan anggota OPEC masih memiliki kapasitas penyimpanan minyak darat sebesar 90 juta barel untuk menunjang produksi harian selama dua bulan.

Di sisi lain, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Alicia terpantau memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu dalam kondisi kosong menuju Irak. Selain itu, kapal berbendera Malta, Agios Fanourios I, juga melakukan perlintasan serupa untuk memuat minyak di Basra guna dikirim ke kilang Vietnam.