Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tetap memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Jumat, 17 April 2026, meski Teheran telah membuka kembali Selat Hormuz. Kebijakan ini akan dipertahankan hingga kesepakatan damai antara kedua negara ditandatangani secara resmi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons positif langkah Iran yang mengizinkan lalu lintas komersial melewati jalur strategis tersebut selama masa gencatan senjata di Lebanon. Namun, Trump memberikan catatan tegas mengenai kelanjutan tekanan militer di wilayah perairan.
"TERIMA KASIH!" tulis Trump melalui platform Truth Social.
Ia menyampaikan apresiasi atas pengumuman Iran bahwa jalur pelayaran internasional itu kini dalam kondisi yang siap digunakan sepenuhnya untuk navigasi global.
"SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA." lanjut Trump.
Namun, dalam pernyataan susulan beberapa saat kemudian, Trump menegaskan bahwa pembukaan selat tersebut tidak secara otomatis mengakhiri pengepungan terhadap pelabuhan Iran oleh angkatan laut Amerika Serikat.
"Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya terkait dengan Iran, hanya, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100%" tulis Trump sebagaimana dilansir AFP.
Presiden ke-47 Amerika Serikat tersebut memproyeksikan bahwa proses negosiasi tidak akan memakan waktu lama. Hal ini dikarenakan substansi utama dari perjanjian tersebut telah dibahas sebelumnya.
"Proses ini seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan," kata Trump.
Sebelumnya, Trump mengungkapkan kepada wartawan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah sangat dekat. Klaim tersebut muncul meski pertemuan antara Wakil Presiden JD Vance dan delegasi Iran di Pakistan pekan lalu belum menghasilkan terobosan formal.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan pembukaan akses Selat Hormuz merupakan bagian dari upaya deeskalasi di Timur Tengah. Jalur tersebut memiliki peran krusial karena menjadi perlintasan utama bagi pasokan minyak dan komoditas energi dunia.
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·