Analisis Kontroversi Pembatalan Gol Excelsior Rotterdam Lawan FC Utrecht

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pembatalan gol Noah Naujoks memicu perdebatan sengit saat Excelsior Rotterdam menjamu FC Utrecht dalam laga Eredivisie di Stadion Woudestein pada Minggu, 26 April 2026. Keputusan wasit Sander van der Eijk tersebut dinilai merugikan tuan rumah meski mereka sedang memimpin kedudukan dengan skor 2-0.

Insiden bermula pada menit ke-16 ketika Naujoks berhasil menyarangkan bola ke gawang Utrecht setelah menerima umpan dari Arthur Zagré. Namun, selebrasi tim tuan rumah terhenti seketika karena wasit langsung meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran offside sebelum peninjauan ulang dilakukan secara mendalam.

Komentator Vincent Schildkamp memberikan pengamatan langsung terkait proses verifikasi yang dilakukan oleh petugas video assistant referee (VAR). Proses tersebut memakan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya diputuskan gol tersebut tidak sah.

"Het is heel, heel close" ujar Vincent Schildkamp, Komentator.

Tayangan ulang menunjukkan bahwa pemeriksaan VAR berlangsung selama kurang lebih dua menit sebelum garis offside ditarik. Analis sepak bola Ali Boussaboun mengungkapkan keraguannya atas validitas keputusan tersebut karena bukti visual yang tersedia tidak menunjukkan posisi offside secara eksplisit.

"Op het beeld is het niet duidelijk te zien. In mijn optiek hief Mike van der Hoorn juist buitenspel op" kata Ali Boussaboun, Analis.

Kondisi semakin membingungkan setelah presentator Cristian Willaert mengungkapkan informasi dari balik layar. Willaert menyebutkan bahwa perangkat VAR mengalami kendala teknis saat mencoba menentukan titik koordinat pemain di lapangan.

"Bizar" ujar Ali Boussaboun, Analis.

Boussaboun menegaskan bahwa dalam situasi ragu-ragu, keputusan seharusnya tidak diambil secara terburu-buru oleh wasit utama. Ia memberikan penekanan pada prinsip dasar pemberian keuntungan bagi tim yang sedang dalam posisi menyerang.

"Ik vind dat je als scheidsrechter het moet laten gaan als het een twijfelgeval is. Je hebt de VAR om dan de lijntjes te trekken, nu wordt Excelsior een goal ontnomen. Ik vind: je moet altijd de aanvallende partij het voordeel geven" kata Ali Boussaboun, Analis.

Meskipun gol tersebut dianulir, Excelsior tetap memegang kendali permainan hingga babak pertama berakhir. FC Utrecht terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang diterima oleh bek mereka, Didden, dalam periode yang sama.