Anderlecht Hadapi Union Saint&Gilloise dalam Derby Brussel di Final Piala Belgia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

RSC Anderlecht dan Royale Union Saint-Gilloise dijadwalkan bertanding dalam babak final Piala Belgia di Stadion Roi Baudouin pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertandingan bertajuk Derby Brussel ini menjadi sejarah baru karena merupakan pertemuan perdana kedua klub ibu kota tersebut di partai puncak selama 70 edisi kompetisi.

Sejarah rivalitas ini kembali membara setelah Union Saint-Gilloise kembali ke divisi utama pada 2021, mengakhiri dominasi tunggal Anderlecht di Brussel selama hampir setengah abad. Sejarawan sepak bola Kurt Deswert mencatat bahwa kedua tim memiliki periode kejayaan yang berbeda dalam peta sepak bola Belgia.

"The clash between RSC Anderlecht and Union Saint-Gilloise is also remarkable for another reason: although both clubs dominated large parts of Belgian football history, they each did so in different eras. Historically, RSCA and Union rarely crossed paths in battles for league titles or cups. Until a few years ago, there was barely any real rivalry between them," tulis Kurt Deswert, Penulis dan Sejarawan Sepak Bola.

Kembalinya Union ke kasta tertinggi setelah absen selama 48 tahun dinilai melampaui ekspektasi publik dan memperkuat posisi Brussel sebagai pusat sepak bola Eropa. Kehadiran mereka di level atas menciptakan persaingan nyata yang telah lama hilang menurut pandangan Deswert.

"Against all expectations, Union returned to the top flight in 2021 after 48 years. Once there, the club exceeded all expectations. For the first time in nearly 115 years, there was once again genuine rivalry between Anderlecht and Union Saint-Gilloise," kata Kurt Deswert, Penulis dan Sejarawan Sepak Bola.

Persaingan rutin kedua tim di kompetisi domestik saat ini menjadi indikator kuatnya reputasi olahraga di wilayah ibu kota. Deswert menekankan bahwa keterikatan sejarah kedua klub menunjukkan daya tarik Brussel yang terus berlanjut.

"The two clubs, so deeply intertwined historically, are once more competing for league titles and cups against each other. Along the way, they also demonstrate that Brussels remains one of the most fascinating football capitals in Europe - and continues to be so," kata Kurt Deswert, Penulis dan Sejarawan Sepak Bola.

Dari sisi kesiapan tim, kapten Anderlecht Colin Coosemans memperingatkan rekan-rekannya tentang atmosfer tinggi di laga final yang mempertaruhkan trofi juara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemain muda dan senior untuk menghadapi tekanan derby tersebut.

"Derby selalu membawa atmosfer yang berbeda, apalagi dengan trofi di ujung pertandingan. Kami memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang siap memberikan yang terbaik," ujar Colin Coosemans, Kapten Anderlecht.

Penjaga gawang berusia 33 tahun tersebut juga menyoroti perlunya kontrol emosi agar fokus permainan tidak terganggu oleh pelanggaran merugikan. Kedisiplinan menjadi kunci utama dalam strategi yang diusung oleh skuat asuhan David Hubert.

"Kami harus bermain dengan hati, tapi juga harus bisa mengendalikan emosi agar tidak kehilangan fokus, terutama menghindari kartu merah," tambah Colin Coosemans, Kapten Anderlecht.

Coosemans mewaspadai kemampuan Union dalam memanfaatkan kelemahan lawan di momen krusial pertandingan. Oleh karena itu, ia menuntut timnya untuk tetap bermain dengan kekuatan penuh hingga laga berakhir.

"Union adalah tim yang pintar mencari celah dan batas lawan, kami harus berani tapi juga menjaga disiplin agar pertandingan berakhir dengan 11 pemain di lapangan," tegas Colin Coosemans, Kapten Anderlecht.

Di tengah persiapan teknis, Anderlecht juga tengah berupaya melakukan banding atas sanksi skorsing Mihajlo Cvetkovic menurut laporan Anderlecht Online. Sementara itu, gelandang Nathan De Cat mengonfirmasi dirinya telah pulih dari cedera meski diterpa isu mengenai masa depan kontraknya.

"But fans may still hope I'll stay," ujar Nathan De Cat, Gelandang Anderlecht.

Pemain muda tersebut menegaskan otoritas pribadinya dalam menentukan kelanjutan karier profesionalnya di klub. Ia menepis anggapan adanya pengaruh dari pihak keluarga dalam pengambilan keputusan terkait kontrak.

"I'm the one who has to put my signature to it, not my dad," kata Nathan De Cat, Gelandang Anderlecht.

Menghadapi sisa kontrak satu musim ke depan, De Cat memilih untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan pembaruan kesepakatan. Ia merasa situasi saat ini masih cukup aman bagi posisinya di tim.

"Re-signing isn't a must, because I still have a contract for one season. I can stay like this," ujar Nathan De Cat, Gelandang Anderlecht.

Antusiasme suporter menjelang laga juga sangat tinggi, di mana pendukung Union seperti Olivier Van Peeters merasa yakin dominasi timnya atas Anderlecht dalam beberapa tahun terakhir akan berlanjut di final.

"I have supported Union all my life and have every confidence that the superiority we have had over Anderlecht in recent years will continue on Thursday," kata Olivier Van Peeters, Pendukung Union dari Uccle.

Di sisi lain, Pieter Dubois melihat laga ini sebagai ajang promosi yang baik bagi sepak bola Belgia terlepas dari siapa yang akan menjadi pemenang. Ia memprediksi laga tunggal seperti final ini selalu menyimpan potensi kejutan.

"Who knows? On the day, Union should win but this is a one off game and anything could happen. I hope it is a good advert for Belgian football," kata Pieter Dubois, Pendukung dari Forest.

Sentimen kekhawatiran muncul dari pendukung Anderlecht, Michelle van Cutsem, yang memprediksi laga akan berlangsung sangat ketat. Ia mengakui kekuatan lawan yang membuat optimisme pendukung sedikit teruji.

"I and my family support Anderlecht and we obviously hope we will win the cup. It will be a close game though and I am not massively optimistic," ujar Michelle van Cutsem, Pendukung Anderlecht dari Waterloo.