Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan yang dinilai tertinggal jauh dari standar ideal konektivitas nasional pada Sabtu (18/4/2026). Persoalan minimnya jalan tol dan buruknya kondisi jalan nasional menjadi pemicu utama gangguan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Data menunjukkan panjang jalan tol di Sulawesi Selatan baru mencapai 25 kilometer, atau kurang dari 1 persen dari total panjang jalan tol secara nasional. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, keterbatasan akses ini memicu kemacetan parah yang terjadi secara rutin, bahkan di luar periode mudik hari raya.
"Tidak hanya saat Lebaran, di hari biasa pun kemacetan sudah menjadi persoalan serius di Sulawesi Selatan," kata Andi dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Andi juga memberikan catatan khusus terhadap jalur vital Makassar-Parepare yang berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah di Pulau Sulawesi. Menurutnya, ruas jalan tersebut hampir tidak mengalami peningkatan kapasitas signifikan selama 24 tahun terakhir.
"Padahal ruas ini merupakan bottleneck atau titik kemacetan utama bagi kendaraan dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga wilayah utara lainnya," jelas Andi.
Pemerintah didesak untuk melakukan rekonstruksi jalan secara menyeluruh daripada sekadar pemeliharaan rutin. Penyerapan anggaran yang tidak optimal pada periode sebelumnya dituding menjadi penghambat rencana perluasan kapasitas jalan di jalur logistik tersebut.
"Sudah tidak memadai jika hanya dilakukan pemeliharaan. Dibutuhkan rekonstruksi agar kendaraan bisa melintas dengan normal," tegas Andi.
Selain perbaikan jalan nasional, ia mendorong pelibatan sektor swasta untuk mempercepat pengadaan fasilitas pendukung pada ruas tol yang telah beroperasi. Hal ini bertujuan untuk mengatasi minimnya rest area yang saat ini tersedia bagi pengguna jalan.
"Tidak harus BUJT yang membangun rest area. Swasta juga bisa dilibatkan agar pembangunan lebih cepat dan kebutuhan pengguna jalan terpenuhi," kata Andi.
Mengenai operasional penyeberangan di wilayah lain, Andi menilai pengelolaan arus kendaraan di lintasan Merak-Bakauheni sudah menunjukkan perbaikan. Namun, ia tetap meminta adanya koordinasi yang lebih dinamis antara petugas di lapangan untuk memisahkan distribusi kendaraan besar dan kecil.
"Koordinasi antara operator pelabuhan dan kepolisian harus diperkuat agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terjadi penumpukan," tutup Andi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·