Pelatih Manchester City Andree Jeglertz menyatakan tetap tenang setelah timnya menelan kekalahan 3-2 dari Brighton & Hove Albion pada Sabtu dalam lanjutan Women's Super League (WSL). Hasil ini menunda peluang City untuk segera mengunci gelar juara musim 2026.
Kekalahan tersebut merupakan hasil yang mengecewakan setelah City sempat unggul cepat melalui gol Kerolin pada menit kelima. Meski mendominasi peluang di babak pertama, kegagalan Khadija Shaw dan Kerolin dalam mengonversi peluang tambahan membuat Brighton berhasil bangkit dan membalikkan keadaan.
Manajer Andree Jeglertz menegaskan bahwa fokus tim akan segera beralih ke sesi latihan berikutnya. Ia percaya anak asuhnya mampu bangkit untuk menghadapi tantangan di laga selanjutnya melawan Liverpool.
"I'm not worried. You learn a lot in these games and I am fully sure that when we are back in training, we will be focused for Liverpool next week," ujar Andree Jeglertz, Pelatih Manchester City.
Jeglertz juga menambahkan bahwa nasib gelar juara masih berada sepenuhnya di bawah kendali timnya. Manchester City hanya perlu memenangkan dua pertandingan tersisa untuk memastikan trofi liga pertama mereka sejak tahun 2016.
"It is still in our hands. We will do everything we can to finish off with two wins," kata Andree Jeglertz, Pelatih Manchester City.
Terkait teknis pertandingan di markas Brighton, Jeglertz menyoroti pentingnya efisiensi di depan gawang lawan. Ia mengakui timnya menciptakan banyak kesempatan yang seharusnya bisa mengakhiri perlawanan musuh lebih awal.
"It's about details. It was a tough game, but it is about scoring goals. We created a lot of chances in the first half and we needed to score," jelas Andree Jeglertz, Pelatih Manchester City.
Selain masalah penyelesaian akhir, lini pertahanan juga menjadi perhatian setelah Brighton mampu mengeksploitasi celah di lini belakang City. Jeglertz menilai timnya kehilangan sedikit fokus pada momen-momen krusial pertandingan.
"Brighton challenged us a lot - we need to protect our penalty box a little better. It's important we learn from this game. Today, we dropped a couple of percentages in some moments and we were punished," papar Andree Jeglertz, Pelatih Manchester City.
Mantan kapten Skotlandia, Rachel Corsie, memberikan pandangannya mengenai situasi terkini di papan atas klasemen. Menurutnya, kekalahan ini memberikan harapan bagi para pesaing yang sebelumnya menganggap perebutan gelar sudah berakhir.
"A tiny feeling of doubt has opened up. We thought it was cut and dried, but that was a bit of a wobble," nilai Rachel Corsie, Mantan Kapten Skotlandia.
Corsie juga mengamati bahwa performa City kali ini tidak setajam biasanya dalam hal penguasaan bola. Hal serupa disampaikan oleh Izzy Christiansen yang menilai permainan City berada di bawah level standar mereka.
"City were nowhere near their best and this makes the end to the season a whole lot more interesting," ungkap Izzy Christiansen, Mantan Gelandang Manchester City.
Meski demikian, Christiansen tetap yakin bahwa City tidak perlu panik berlebihan mengingat ketangguhan yang telah mereka tunjukkan sepanjang musim. Ia menilai Brighton berhasil mengejutkan City di saat yang tidak terduga.
"I don't think City should be worried. In situations all season they have shown tremendous character, resilience and creativity. Brighton caught them off guard a bit today," tutur Izzy Christiansen, Mantan Gelandang Manchester City.
Dari kubu lawan, gelandang Brighton Fran Kirby mengakui timnya sempat kesulitan di awal laga. Ia merasa beruntung timnya tidak tertinggal lebih jauh sebelum akhirnya berhasil menemukan momentum di babak kedua.
"In the first half we were, if I can be quite blunt, awful," cetus Fran Kirby, Gelandang Brighton.
Kirby memuji keyakinan rekan-rekan setimnya untuk terus berjuang meskipun menghadapi tekanan besar dari sang pemimpin klasemen. Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Brighton atas City dari 15 pertemuan terakhir di WSL.
"We were lucky not to be 3-0 or 4-0. But we had belief and the second half was a really good performance from everyone," pungkas Fran Kirby, Gelandang Brighton.
Kapten tim Manchester City, Alex Greenwood, menegaskan bahwa mentalitas tim saat ini adalah memperlakukan dua laga sisa layaknya partai final. City dijadwalkan menjamu Liverpool pada 3 Mei 2026 sebelum bertandang ke markas West Ham pada pekan terakhir.
"While it is still in our hands, we need to stay really positive and look forward to next week," terang Alex Greenwood, Kapten Manchester City.
Greenwood menekankan pentingnya menjaga aura positif di dalam ruang ganti demi mengamankan poin maksimal. Fokus utama tim kini adalah menyapu bersih kemenangan untuk mengakhiri puasa gelar liga selama satu dekade.
"Two cup finals, two wins - that's the mentality moving forward," tutup Alex Greenwood, Kapten Manchester City.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·