Anggota Pomdam Siliwangi Tembak Peringatan Saat Gerebek Pengoplosan Gas

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Seorang warga terluka di bagian bahu kanan akibat terkena pantulan rekoset peluru saat personel Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi menggerebek lokasi pengoplosan gas bersubsidi di Kampung Kirab, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (11/5) dinihari, dilansir dari Detikcom.

Operasi penindakan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD yang bertindak sebagai pelindung atau beking dari praktik ilegal tersebut.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto memberikan penjelasan mengenai kronologi peristiwa penggerebekan yang berakhir dengan insiden tertembaknya warga tersebut.

"Kronologi pada saat itu Satlak Lidpamfik Pomdam III/Slw menindaklanjuti informasi masyarakat, mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD sebagai pelindung (beking) lokasi pengoplosan gas bersubsidi," kata Letkol Anggi, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Petugas di lapangan mendapatkan hambatan berupa perlawanan fisik dari sekelompok warga setempat ketika hendak melakukan proses penegakan hukum di lokasi pengoplosan.

"Namun saat tim melakukan upaya penegakan hukum dilokasi, terjadi situasi dimana tim mendapatkan hambatan berupa perlawanan dari sekelompok warga setempat," kata Anggi.

Akibat situasi yang dinilai semakin mendesak dan tidak terkendali, personel Pomdam III/Siliwangi kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara yang memicu terjadinya rekoset peluru.

"Dalam kondisi yang mendesak tersebut, personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sesuai SOP untuk mengendalikan situasi. Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan," sambungnya.

Pihak Denpom III/1 Bogor memastikan bahwa penanganan medis langsung diberikan kepada korban luka, sementara kasus hukumnya ditarik ke markas komando pusat.

"Segera setelah kejadian, prioritas utama adalah menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Permasalahan ini sudah dalam penanganan penyelidikan Pomdam III/Slw dan keterangan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Pen Kodam III/Slw," kata Anggi.

Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto juga menegaskan kembali mengenai status penanganan perkara dan satuan asal dari personel yang terlibat dalam operasi di Cileungsi tersebut.

"Yang pasti (kasus) itu sudah ditangani Pomdam Siliwangi di Bandung. Anggotanya pun (yang ada di lokasi saat kejadian), anggota Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi," kata Komandan Detasemen Polisi Militer (DenPOM) III/1 Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (20/5).

Menurut keterangan lebih lanjut, perlawanan dari massa muncul secara mendadak ketika para petugas baru saja tiba di area penomoran gas bersubsidi tersebut.

"Singkatnya gini, jadi mereka (anggota Pomdam III/Siliwangi) ini dapat informasi dari masyarakat juga, dari jaringan juga, ada pengoplos gas subsidi diduga dibekingi oknum TNI AD, makanya (anggota pomdam) langsung bergerak kesana," kata Anggi.

Massa yang berkumpul di lokasi langsung melakukan tindakan pengeroyokan secara massal terhadap sejumlah personel militer yang bertugas.

"Begitu sampai ke sana, tiba-tiba masyarakat muncul keluar, dikeroyok lah mereka (anggota pomdam). Betul, (anggota Pomdam) dikeroyok," imbuhnya.