Anthony Ginting Tegaskan Belum Berencana Pensiun dari Bulu Tangkis

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Keinginan untuk kembali berdiri di podium tertinggi menjadi alasan utama Anthony Sinisuka Ginting menepis rumor mengenai rencana pensiun dalam waktu dekat.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum berpikir untuk menyudahi karier profesionalnya.

Seperti dilansir dari Detik Sport, Ginting saat ini sedang melewati fase pasang surut setelah pulih dari cedera bahu yang sempat mengganggu performanya.

Secara fisik, kondisi peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini sudah membaik, namun penampilannya di atas lapangan dinilai belum kembali ke level terbaik.

Sepanjang tahun ini, langkah Ginting kerap terhenti di babak 32 dan 16 besar, dengan capaian terbaiknya hanya sekali menembus semifinal di turnamen Super 300 Swiss Open.

Penurunan performa dan kegagalan yang beruntun sering kali memicu atlet untuk rehat atau gantung raket, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Ginting.

"Enggak ada sih. Kalau planning berhenti dalam waktu dekat, enggak ada lah, memang dari saya pribadi keinginannya masih besar," kata Ginting saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

Ginting membuktikan komitmennya dengan tetap disiplin menjalani program latihan yang telah disusun oleh tim pelatih serta PBSI.

"Sisanya tinggal tunggu waktu sih, kayak kemarin saya mengobrol sama Koh Indra setelah kalah di Malaysia Masters, jujur sempat ngedrop juga karena kan terlepas siapa pun lawannya, kalau merasakan kalah terus pasti ngedrop juga," tutur juara Asia 2023 tersebut.

Beruntung, Ginting berada di lingkungan pelatih yang terus memberikan dorongan moral agar mental bertandingnya pulih kembali.

"Bersyukurnya punya pelatih seperti Koh Indra (Widjaja) dan pelatih-pelatih lain, tetap support. Mereka tidak yang ... tetap ada evaluasi cuma buat membangun kepercayaan diri kan tak bisa sehari, semalam dua malam, atau seminggu dua minggu."

"Dari saya pribadi dari lingkungan sekitar juga harus terus positif, dan support. Jadi itu yang terus dibangun setiap harinya di latihan dan di luar lapangan," lanjut Ginting.

Selain dukungan teknis di pelatnas, motivasi terbesar Ginting saat ini bersumber dari keluarga kecilnya, terutama sang anak, Ethan Caleb Ginting.

Kehadiran sang buah hati diakui menjadi pengalih perhatian yang efektif dari tekanan mental setelah menelan kekalahan dalam pertandingan.

"Bersyukurnya sekarang sudah punya anak jadi tak terlalu dipikirkan. Kalau dulu setiap habis kalah di asrama, lagi makan, atau di kamar pasti kepikiran. Sekarang pun tetap kepikiran juga (kalau habis kalah), tapi teralihkan sama anak," kata Ginting.

Kehadiran keluarga baru ini kini bertransformasi menjadi bahan bakar baru bagi Ginting untuk mengejar prestasi di berbagai turnamen mendatang.

"Jadi punya keluarga dan anak itu menjadi bentuk motivasi dan semangat juga. Kayak salah satu motivasinya ingin bawa Ethan ke podium, dan podium-podium lainnya karena ada tujuannya," Ginting menegaskan.