Pemain sayap Real Betis, Antony, mengincar posisi di skuad tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 setelah mencatatkan performa impresif pada Jumat (1/5/2026). Ia telah membukukan 13 gol dan sembilan assist dari 41 penampilan di Spanyol sepanjang musim ini.
Transformasi karier mantan pemain Manchester United tersebut terjadi setelah kepindahan permanennya ke La Liga. Dilansir dari Goal, Antony kini memfokuskan diri untuk membela Selecao di Grup C menghadapi Maroko, Haiti, dan Skotlandia pada musim panas mendatang.
Kebangkitan pemain berusia 26 tahun ini dipicu oleh stabilitas mental yang lebih baik dibandingkan saat di Liga Inggris. Kendala non-teknis diakui menjadi penghambat utama performanya saat menyandang nilai transfer sebesar €95 juta di Old Trafford.
"Masalah di luar lapangan memiliki pengaruh besar. Saya mengalami beberapa masalah di luar lapangan yang menghambat saya. Itu adalah masa yang rumit, tetapi menjadi pengalaman pembelajaran dan membantu saya menjadi lebih dewasa," ujar Antony, dilansir dari Bola.net.
Meski sempat mengalami periode sulit, sang pemain menyatakan rasa terima kasihnya kepada klub lamanya. Ia memandang masa lalu di Inggris sebagai pondasi mental untuk meraih kebahagiaan di kompetisi Spanyol saat ini.
"I don't regret going to Manchester United, I am grateful to the club. I learned a lot there, and can be happy now at Betis because of the difficult moments I had in England," kata Antony.
Dalam wawancara bersama Globoesporte, Antony memberikan pujian kepada Neymar yang dianggapnya sebagai pemain paling berbakat. Ia mengaku sering mengamati kemampuan olah bola penyerang Santos tersebut saat bersama-sama membela tim nasional.
"Bagi saya, Neymar adalah pemain paling berbakat yang pernah saya lihat. Saya menghabiskan banyak waktu bersamanya di tim nasional, dan Anda bisa melihat bahwa dia benar-benar berbakat. Kemudahannya dalam mengolah bola sangat mengesankan. Bagi saya, dia adalah yang terbaik," tutur Antony.
Antony juga mengungkapkan peran penting Cristiano Ronaldo dalam menjaga kesehatan mentalnya melalui nasihat hidup dan literatur. Ronaldo disebut sering mengajak berdiskusi mengenai topik di luar sepak bola untuk membantunya melepaskan tekanan.
"Dia dan Cristiano Ronaldo juga. Cristiano banyak membantuku, termasuk saat debutku melawan Arsenal. Tapi Neymar luar biasa. Aku menonton pertandingan Santos karena dia. Kamu bisa melihat bahwa dia berbeda. Aku benar-benar berharap dia dalam kondisi fisik 100%, karena itu penting bagi kita semua," ucap Antony.
Hubungan personal dengan Ronaldo memberikan banyak pelajaran tentang profesionalisme bagi Antony. Pemain asal Portugal tersebut digambarkan sebagai sosok hangat yang sering bercanda di luar citra kaku yang terlihat di publik.
"Cristiano Ronaldo adalah pribadi yang hebat, Anda belajar banyak dariinya. Dia bahkan pernah bercanda dengan saya, mengatakan bahwa orang-orang menganggapnya keras kepala, tetapi dalam kehidupan sehari-hari dia sangat menyenangkan," sambung Antony.
Kedisiplinan fisik Ronaldo di usia yang hampir mencapai 40 tahun menjadi motivasi besar bagi Antony. Ia mengaku terinspirasi oleh dedikasi sang megabintang dalam menjaga kebugaran tubuh secara rutin di fasilitas latihan klub.
"Ia banyak mengajari saya. Ia berbicara tentang kehidupan, buku, berbagai hal di luar sepak bola. Itu bagus karena membantu saya melepaskan diri. Dia akan berkata, ‘Hari ini kita tidak akan berbicara tentang sepak bola.’ Dan itu membuat kami belajar hal-hal penting lainnya," lanjut Antony.
Antony mengenang momen saat berada di ruang sauna di mana Ronaldo menunjukkan kondisi fisiknya yang masih sangat prima. Hal itu membuatnya merasa harus lebih serius dalam merawat kondisi tubuh sebagai pemain profesional.
"Suatu kali di sauna dia bercanda dengan saya. Dia menunjukkan kondisi fisiknya dan bertanya apakah dia terlihat seperti berusia 23 tahun," kata Antony.
Antony menegaskan bahwa teladan yang diberikan oleh para pemain senior membantunya mempersiapkan diri menuju turnamen besar. Ia merasa memiliki kematangan fisik dan mental yang lebih baik untuk mengejar mimpinya tampil kembali di panggung dunia.
"Saya bahkan merasa malu karena Anda melihat tingkat perawatan yang dia lakukan bahkan hampir di usia 40 tahun. Dia adalah panutan bagi semua orang," tambah Antony.
Kepercayaan diri Antony saat ini didasarkan pada stabilitas pribadi yang ia bangun di Spanyol. Ia meyakini kesiapan mentalnya akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi karier internasionalnya di masa depan.
"Bermain di Piala Dunia kedua saya adalah sebuah impian, dan hari ini saya merasa jauh lebih siap daripada saat yang pertama," pungkas Antony.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·