Pemain sayap Real Betis, Antony, mengungkapkan pengaruh besar Cristiano Ronaldo dan Neymar dalam proses pemulihan kariernya di Spanyol setelah melewati periode sulit di Inggris pada musim 2025/2026. Performa impresif dengan torehan 13 gol dan sembilan assist tersebut kembali membuka peluangnya membela tim nasional Brasil pada Jumat (1/5).
Dilansir dari Goal dan Bola.net, lonjakan performa pemain berusia 26 tahun ini dipicu oleh stabilitas mental yang membaik setelah meninggalkan tekanan besar di Manchester United. Antony menyebut beban transfer 95 juta euro dan masalah personal sebagai hambatan utama selama berkarier di Premier League.
"Masalah di luar lapangan memiliki pengaruh besar. Saya mengalami beberapa masalah di luar lapangan yang menghambat saya. Itu adalah masa yang rumit, tetapi menjadi pengalaman pembelajaran dan membantu saya menjadi lebih dewasa," kata Antony.
Meski tidak memenuhi ekspektasi publik di klub sebelumnya, mantan pemain Ajax ini tetap menyampaikan apresiasi terhadap pengalaman yang didapatnya selama berada di Old Trafford. Ia merefleksikan perjalanannya tersebut sebelum akhirnya sukses beradaptasi dengan atmosfer kompetisi La Liga.
"I don’t regret going to Manchester United, I’m grateful to the club. I learned a lot there, and can be happy now at Betis because of the difficult moments I had in England," sambung Antony.
Selama membela Setan Merah, Antony mendapatkan bimbingan dari Cristiano Ronaldo mengenai kedisiplinan dan cara menjaga keseimbangan hidup sebagai atlet profesional. Ronaldo sering memberikan nasihat agar Antony tidak hanya fokus pada urusan teknis sepak bola semata.
"Cristiano Ronaldo adalah pribadi yang hebat, Anda belajar banyak darinya. Dia bahkan pernah bercanda dengan saya, mengatakan bahwa orang-orang menganggapnya keras kepala, tetapi dalam kehidupan sehari-hari dia sangat menyenangkan," lanjut Antony.
Percakapan mengenai literasi dan topik non-sepak bola menjadi metode yang digunakan Ronaldo untuk membantu Antony melepaskan tekanan kompetisi. Pemain asal Brasil ini mengakui bahwa interaksi tersebut sangat krusial bagi kesehatan mentalnya.
"Ia banyak mengajari saya. Ia berbicara tentang kehidupan, buku, berbagai hal di luar sepak bola. Itu bagus karena membantu saya melepaskan diri. Dia akan berkata, ‘Hari ini kita tidak akan berbicara tentang sepak bola.’ Dan itu membuat kami belajar hal-hal penting lainnya," imbuh Antony.
Antony juga mengaku terinspirasi oleh dedikasi fisik Ronaldo yang tetap terjaga meski usianya sudah mendekati 40 tahun. Ia sempat merasa terkejut saat melihat langsung rutinitas perawatan tubuh yang dilakukan pemain legendaris Portugal tersebut di ruang pemulihan.
"Suatu kali di sauna dia bercanda dengan saya. Dia menunjukkan kondisi fisiknya dan bertanya apakah dia terlihat seperti berusia 23 tahun," kenang Antony.
Standar profesionalisme tinggi yang ditunjukkan Ronaldo kini menjadi acuan bagi Antony dalam menjaga performanya di Real Betis. Ia bertekad menjaga konsistensi demi mengamankan posisi dalam skuad Selecao untuk turnamen internasional mendatang.
"Saya bahkan merasa malu karena Anda melihat tingkat perawatan yang dia lakukan bahkan hampir di usia 40 tahun. Dia adalah panutan bagi semua orang," tegas Antony.
Selain Ronaldo, Antony memberikan penghormatan khusus kepada Neymar yang kini bermain untuk Santos sebagai talenta paling istimewa yang pernah ia temui. Ia menilai kemampuan teknis Neymar berada di atas rata-rata pemain generasi saat ini.
"Bagi saya, Neymar adalah pemain paling berbakat yang pernah saya lihat. Saya menghabiskan banyak waktu bersamanya di tim nasional, dan Anda bisa melihat bahwa dia benar-benar berbakat. Kemudahannya dalam mengolah bola sangat mengesankan. Bagi saya, dia adalah yang terbaik," ujar Antony.
Antony yang sudah absen dari tim nasional sejak Maret 2023 terus memantau perkembangan Neymar dan berharap sang bintang dalam kondisi bugar sepenuhnya. Ketertarikannya pada gaya bermain Neymar sudah dimulai sejak masa awal bintang tersebut di Santos.
"Dia dan Cristiano Ronaldo juga. Cristiano banyak membantuku, termasuk saat debutku melawan Arsenal. Tapi Neymar luar biasa. Aku menonton pertandingan Santos karena dia. Kamu bisa melihat bahwa dia berbeda. Aku benar-benar berharap dia dalam kondisi fisik 100%, karena itu penting bagi kita semua," jelas Antony.
Brasil dijadwalkan akan bersaing di Grup C melawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia pada musim panas mendatang dalam ajang Piala Dunia 2026. Antony merasa kesiapan mentalnya saat ini jauh lebih matang untuk menghadapi tekanan di panggung dunia.
"Bermain di Piala Dunia kedua saya adalah sebuah impian, dan hari ini saya merasa jauh lebih siap daripada saat yang pertama," pungkas Antony.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·