PT Pegadaian mencatatkan nilai transaksi digital melalui aplikasi Tring! mencapai hampir Rp60 triliun hingga penutupan kuartal pertama pada Selasa, 31 Maret 2026. Capaian ini menjadi tonggak sejarah perusahaan dalam memperingati hari jadi ke-125 tahun melalui transformasi layanan keuangan inklusif.
Data yang dilansir dari Bloombergtechnoz menunjukkan platform digital tersebut telah menarik lebih dari 5 juta nasabah dengan akumulasi transaksi melampaui 25 juta sejak diluncurkan pada Oktober 2025. Performa impresif ini mencerminkan akselerasi adopsi layanan digital yang kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Pertumbuhan pengguna aktif pada periode Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai 4 juta nasabah, atau meningkat sebesar 183 persen secara tahunan. Sementara itu, volume transaksi mengalami lonjakan signifikan hingga 215 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Emas digital menjadi motor penggerak utama pertumbuhan transaksi di dalam aplikasi Tring!. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, akumulasi Top Up Tabungan Emas menembus angka 3,3 ton, sementara pembukaan Mulia Ultimate Konvensional mencapai 500 kg dan Tabungan Emas Rencana sebesar 205 kg.
"Aplikasi Tring! bukan sekadar platform digital, melainkan komitmen kami untuk terus relevan bagi setiap generasi dan memastikan bahwa solusi keuangan terbaik kini berada dalam genggaman seluruh masyarakat Indonesia," ujar Yos Iman Jaya Dappu, Direktur TI & Digital PT Pegadaian.
Selain investasi emas, sektor pembiayaan digital juga memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hingga akhir kuartal pertama 2026, nilai pinjaman yang masih berjalan atau Outstanding Loan melalui aplikasi Tring! telah melampaui angka Rp4,3 triliun.
Transformasi digital ini merupakan bagian dari strategi adaptif Pegadaian sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021. Sinergi tersebut bertujuan memperluas jangkauan layanan keuangan dan mendukung pelaku UMKM nasional untuk naik kelas.
Pegadaian sebelumnya telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia pada Desember 2024. Langkah strategis ini diharapkan terus meningkatkan kontribusi transaksi digital terhadap total kinerja bisnis perusahaan di masa mendatang.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·