Arab Saudi Pulihkan 1 Juta Hektare Lahan Melalui Saudi Green Initiative

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan keberhasilan pemulihan 1 juta hektare lahan terdegradasi pada Kamis, 16 April 2026, sebagai bagian dari transformasi lingkungan skala besar melalui program Saudi Green Initiative. Capaian ini menandai langkah konkret negara tersebut dalam memitigasi dampak perubahan iklim global melalui rehabilitasi ekosistem darat.

Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian, Abdulrahman Alfadley, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-profit. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, wilayah yang semula merupakan gurun tandus kini mulai bertransformasi menjadi kawasan hijau produktif di bawah pengawasan ketat.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 159 juta pohon telah ditanam di seluruh wilayah kerajaan dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini merupakan bagian dari target jangka panjang untuk merehabilitasi total 40 juta hektare lahan serta menanam hingga 10 miliar pohon melalui National Greening Program.

Untuk memastikan efektivitas program, otoritas setempat memanfaatkan teknologi modern seperti citra satelit, pesawat nirawak (drone), dan Sistem Informasi Geografis (GIS). Teknologi tersebut digunakan untuk memantau kondisi tanah, perkembangan vegetasi, serta ketersediaan stok karbon secara langsung atau real-time.

Implementasi penghijauan ini memberikan dampak signifikan terhadap kualitas udara, dengan laporan penurunan frekuensi badai debu hingga hampir 50 persen pada tahun 2025. Selain itu, penyerapan karbon di wilayah tersebut tercatat telah melampaui angka 2,2 juta ton CO2 seiring dengan pulihnya keanekaragaman hayati lokal.

Dari sisi ekonomi, inisiatif ini telah menciptakan lebih dari 68.000 lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan sektor ekowisata. Analisis menunjukkan bahwa setiap investasi dalam rehabilitasi lingkungan ini berpotensi menghasilkan keuntungan ekonomi hingga 30 kali lipat dari nilai awal investasi.

"Capaian ini memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu negara yang aktif dalam penanganan degradasi lahan dan perubahan iklim," ujar Abdulrahman Alfadley, Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Arab Saudi. Program rehabilitasi ini terus berlanjut guna mencapai target perluasan kawasan hijau yang telah ditetapkan dalam visi nasional.