Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Manajemen Arema FC resmi melepas penyerang berpengalaman Dedik Setiawan setelah berakhirnya masa kerja sama kontrak antara klub dengan pemain tersebut.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menyampaikan, rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kontribusi, loyalitas, serta kerja keras Dedik Setiawan selama sekitar sepuluh tahun membela klub berjuluk Singo Edan itu.
"Dedik Setiawan adalah sosok yang tumbuh bersama Arema FC, hampir sepuluh tahun ia memberikan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk klub ini. Atas nama manajemen kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengorbanan dan kontribusinya untuk Arema FC," kata Inal sapaan akrab Yusrinal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman transfermarkt, penyerang berusia 31 tahun itu telah berseragam Arema sejak musim 2016/2017.
Bersama Arema FC eks pemain Tim Nasional Indonesia ini sudah mengumpulkan total 206 penampilan dengan kontribusi 51 gol dan 201 umpan berbuah gol atau assist.
Pada musim ini, Dedik hanya mencatatkan 11 penampilan dan belum sekalipun mencetak gol maupun assist.
Pesepak bola asal Malang ini menjadi bagian dari skuad Arema FC yang sukses memborong empat kali trofi Piala Presiden dan satu Piala Indonesia.
Baca juga: Arema FC berpisah dengan kiper Lucas Frigeri
Inal juga menyampaikan Dedik merupakan pemain yang turut merasakan masa sulit bersama Arema FC setelah peristiwa Tragedi Kanjuruhan.
Ia menilai sang pemain bukan hanya sebatas atlet lapangan hijau tetapi juga orang yang telah menjadi bagian dari sejarah klub.
"Kami memahami bahwa dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Dedik akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC dan pintu silaturahmi akan selalu terbuka untuknya," kata dia.
Selain Dedik, Arema FC juga kehilangan "predator" kotak penalti asal Brasil, Dalberto setelah masa kontraknya berakhir.
Meski hanya dua musim membela Arema FC, pemain bernama lengkap Dalberto Luan Belo mampu mencatatkan 36 gol dari 68 kali bermain di berbagai ajang resmi.
Penyerang 31 tahun merupakan aktor penting kesuksesan Singo Edan menyabet gelar keempat Piala Presiden setelah mencetak dua gol ke gawang Borneo FC di partai final.
Tak hanya dua pemain senior, Arema FC resmi tak melanjutkan kerja sama dengan tiga punggawa muda, yakni Achmad Figo, Shulton Fajar, dan Bayu Aji.
Kepergian lima pemain menyusul sejumlah pilar tim yang telah lebih dulu hengkang dari Malang, seperti Anwar Rifai, Andrian Casvari, Iksan Lestaluhu, Valdeci Moreira, dan Lucas Frigeri.
Baca juga: Arema FC berpisah dengan Valdeci Moreira
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·