Arne Slot Sindir Kritikus Liverpool Mirip Orang Mabuk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajer Liverpool Arne Slot memberikan respons keras terhadap kritik tajam yang menimpa dirinya setelah performa buruk tim sepanjang musim 2025/2026. Slot menyebut para pengkritik yang mendesak pemecatannya memiliki perilaku yang serupa dengan orang sedang mabuk.

Spekulasi mengenai masa depan pelatih asal Belanda tersebut mencuat setelah Liverpool dipastikan mengakhiri kompetisi tanpa meraih satu pun gelar juara. Dilansir dari Detik Sport, Virgil van Dijk dan kolega juga gagal mempertahankan trofi Premier League meski klub telah mengucurkan dana transfer fantastis.

Manajemen The Reds tercatat menghabiskan anggaran lebih dari 400 juta poundsterling atau sekitar Rp 9 triliun pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, investasi besar tersebut tidak berbanding lurus dengan prestasi tim di lapangan yang justru merosot tajam.

Kekecewaan suporter memuncak saat Liverpool hanya mampu bermain imbang melawan Chelsea di Stadion Anfield pada akhir pekan lalu. Para pendukung melakukan aksi protes dengan menyoraki Slot dari tribun serta meluncurkan petisi daring agar pihak klub segera memutus kontrak pelatih berusia 47 tahun itu.

Menanggapi tekanan publik yang masif, Slot memberikan pembelaan dengan menyatakan bahwa fenomena tuntutan pemecatan adalah realitas baru dalam industri sepak bola modern saat ini.

"Saya pikir dunia telah sampai pada titik di mana jika seorang manajer atau klub tidak menjalani musim terbaiknya, selalu ada perdebatan tentang hal itu, bukan hanya Liverpool tetapi di seluruh dunia. Itulah realitas baru dalam sepakbola," kata Slot, dikutip dari ESPN.

Penegasan tersebut disampaikan Slot untuk menunjukkan bahwa tekanan serupa juga dialami oleh manajer di klub lain. Ia menilai setiap orang kini memiliki platform yang sangat terbuka untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka secara langsung.

"Bukan tugas saya untuk menghakimi orang-orang yang menghakimi saya. Mereka berhak untuk memiliki pendapat mereka dan di zaman modern ini setiap orang juga dapat menyampaikan pendapatnya," dia menambahkan.

Mantan pelatih Feyenoord ini kemudian membandingkan situasi saat ini dengan kondisi satu dekade lalu. Menurutnya, kritik tajam di masa lalu biasanya hanya terbatas di ruang publik kecil dan tidak terdengar secara luas seperti era media sosial sekarang.

"Ngomong-ngomong, ini juga terjadi 10, 15 tahun yang lalu, tetapi saat itu dilakukan di pub dan tidak semua orang mendengarnya. Sekarang mungkin juga dilakukan di pub -- jika saya membaca apa yang mereka katakan, mereka pasti agak mabuk!" ujar Slot.

Slot menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keterbukaan informasi membuat segala bentuk opini menjadi lebih mudah diakses oleh siapa saja. Hal ini dianggap sebagai konsekuensi yang harus diterima oleh siapapun yang berkarier di dunia olahraga profesional.

"Sekarang lebih terbuka daripada dulu, dan itu sama di mana-mana jadi saya akan terkejut jika di sini di Liverpool berbeda," ujarnya.