Arsenal bersiap menjalani laga tandang krusial melawan Manchester City di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026) malam WIB guna menentukan arah perebutan takhta juara Liga Inggris musim ini. The Gunners saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin, namun hasil pertandingan tersebut diprediksi akan mengubah peta persaingan secara signifikan.
Klub asal London Utara tersebut mengantongi 70 poin, namun posisi mereka dibayangi oleh The Citizens yang masih memiliki satu tabungan pertandingan. Dilansir dari CNN Indonesia, data Superkomputer Opta menunjukkan peluang juara tim asuhan Mikel Arteta akan melonjak hingga 98 persen jika berhasil memetik kemenangan di markas lawan.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, memberikan sorotan tajam setelah melihat performa mantan timnya yang dinilai kurang meyakinkan saat ditahan imbang Sporting CP di Liga Champions pada Kamis (16/4/2026). Henry menuntut adanya gairah dan semangat juang yang lebih tinggi dari para pemain saat menghadapi tantangan di kandang City.
"I ingin melihat bara itu di Etihad. Itulah yang ingin saya lihat, mudah saja bicara, ke sana, di Man City, dan menunjukkannya," ujar Henry di CBS Sports.
Eks penyerang timnas Prancis itu menegaskan bahwa pernyataan mengenai tekad harus dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan. Ia mengaku percaya pada visi Mikel Arteta namun tetap menagih bukti performa yang lebih bertenaga dibanding pertandingan sebelumnya.
"Meski begitu saya percaya kepada apa yang saya lihat, saya percaya kepadanya, 'bara', tapi ketika Anda bicara seperti itu maka Anda harus melakukannya. Saya tidak melihat itu malam ini," ucap Henry merujuk ke laga melawan Sporting.
Kekhawatiran Henry didasari pada statistik laga kontra Sporting di mana Arsenal hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Meski memastikan diri lolos ke semifinal kompetisi Eropa, Henry menilai standar tersebut tidak cukup untuk mengalahkan juara bertahan di kompetisi domestik.
"Kami memang lolos, senang banget, semifinal, saya belum pernah juara, tapi saya juara liga. Pergi dan menanglah di Man City, saya ingin melihat bara itu di sana, saya percaya kepada Mikel, iya, tapi tunjukkan," kata Henry.
Di sisi lain, Jamie Carragher memperingatkan risiko jangka panjang bagi Arsenal jika mereka kembali gagal mengamankan gelar juara musim ini. Mantan bek tersebut menilai kegagalan setelah memimpin klasemen dalam waktu lama akan merusak kredibilitas taktik yang diusung oleh Arteta selama ini.
"Bagi Mikel Arteta, konsekuensi dari kegagalan akan lebih serius; keabsahan pendekatannya sepenuhnya bergantung pada apakah ia menjadi juara Premier League atau Eropa dalam dua bulan ke depan. Kemenangan akan membuat semua kritik hingga saat ini menjadi tidak relevan dan tidak berarti. Jika gagal, masa pemulihan akan dipenuhi dengan kekecewaan dan saling menyalahkan," jelas Carragher dalam kolomnya di The Telegraph.
Analisis Carragher menyebutkan bahwa finis di posisi kedua selama tiga musim berturut-turut mungkin dianggap sukses, namun mengulanginya untuk keempat kali pada 2026 akan menjadi sebuah kegagalan total. Ia memprediksi tekanan publik akan memaksa perubahan besar dalam struktur kepelatihan jika trofi tidak berhasil diraih.
"Para penggemar Arsenal mungkin tidak suka mendengarnya, tetapi finis di posisi kedua selama tiga tahun terakhir merupakan sebuah kesuksesan. Finis di posisi kedua pada 2026 niscaya akan menjadi kegagalan. Ini seharusnya menjadi saatnya Arsenal, tetapi dorongan terakhir untuk memenangkan trofi besar selalu yang paling sulit. Sepak bola penuh dengan contoh tim-tim yang nyaris gagal dan mencoba melihat sisi positifnya untuk musim berikutnya. Seringkali, langkah berikutnya justru mundur," tambah Carragher.
Kondisi Arsenal semakin berat karena tim harus berjuang di tengah badai cedera yang menimpa pilar utama seperti Bukayo Saka dan Martin Odegaard. Hilangnya kepercayaan dari pendukung dianggap sebagai ancaman nyata jika momentum keunggulan poin saat ini disia-siakan begitu saja di akhir musim.
"Secara psikologis, akan lebih sulit untuk pulih musim panas ini dan ada kemungkinan lebih besar akan terjadi konsekuensi jangka panjang jika kepercayaan terhadap manajer mulai menguap. Terlepas dari apakah Arsenal berhasil mencapai target musim ini atau tidak, Arteta akan berada di bawah tekanan terberat selama masa jabatannya untuk menerinjau kembali taktiknya selama musim panas," imbuh Carragher.
Menurut Carragher, Arteta hanya bisa memiliki otoritas penuh dalam merancang rencana masa depan klub jika ia datang sebagai pemenang. Setelah bertandang ke Etihad, Arsenal dijadwalkan akan melanjutkan perjuangan mereka di semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid di Spanyol.
"Sebagai pemenang, ia dapat melakukannya dengan perencanaan matang dan otoritas penuh. Jika ia dan para pemainnya kembali harus menanggung kekecewaan, perubahan taktik dan susunan pemain akan terjadi karena tuntutan publik dan dari posisi yang lemah," tutup Carragher.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·