Gelar juara Liga Inggris resmi dikunci oleh Arsenal setelah Manchester City ditahan imbang oleh Bournemouth, yang membuat posisi tim asuhan Mikel Arteta tidak terkejar di sisa satu pertandingan dengan selisih empat poin.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang trofi Premier League selama 22 tahun bagi klub London Utara tersebut, sekaligus menyudahi tren negatif setelah tiga kali beruntun hanya menjadi runner-up, seperti dilansir dari Detik Sport.
Kesabaran manajemen klub dalam mempertahankan Arteta membuahkan hasil maksimal, padahal pelatih asal Spanyol tersebut sempat berada di ambang pemecatan pada musim 2020/2021 saat Arsenal terpuruk di peringkat ke-15.
Tekanan terhadap posisi Arteta juga sempat kembali meningkat tajam setelah ia gagal membawa armada The Gunners menjadi juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada musim lalu.
Mantan gelandang Arsenal, Paul Merson, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketegasan kepemimpinan sang manajer dan keputusan manajemen klub yang tetap memberikan kepercayaan penuh.
"Akan sayang sekali kalau Arteta meninggalkan Arsenal lebih dulu dan tidak memenangi Premier League, mengingat kinerjanya. Ingat ketika dia menyingkirkan para pemain top kayak Pierre-Emerick Aubameyang dan Mesut Oezil, para pemain top saat itu dan ia mengambil kesempatannya," kata Paul Merson.
Merson menilai bahwa proses panjang yang dilalui Arteta memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun konsistensi performa tim bentukannya sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
"Dia menerima banyak kredit untuk titel. Butuh waktu memang, tapi itu memang sudah selalu dekat dengannya. Misal, kalau Anda kasih 50 poin untuk posisi pertama, 25 poin untuk posisi dua, dan lima poin untuk posisi tiga, Arsenal akan jadi yang terbaik selama 3-4 tahun terakhir," kata Paul Merson.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·