Mantan penyerang asing Persebaya Surabaya asal Belanda, Arsenio Valpoort, memberikan sorotan tajam mengenai kondisi ekonomi masyarakat sekaligus besarnya antusiasme suporter sepak bola di Indonesia setelah dirinya sempat berkarier di kompetisi Liga 1 2021-2022.
Karier mantan pemain SC Heerenveen tersebut di tanah air berjalan selama paruh kedua musim Liga 1 2021-2022 bersama skuad Bajul Ijo. Berdasarkan catatan kompetisi, penyerang sayap kiri bertinggi badan 183 sentimeter ini bermain dalam 11 pertandingan dan menyumbang satu gol untuk Persebaya Surabaya.
Penilaian mengenai kondisi sosial dan fanatisme di Indonesia tersebut disampaikan Arsenio Valpoort saat melangsungkan sesi wawancara bersama media Belanda, Algemeen Dagblad, sebagaimana dilansir dari akun @perspectivefootball_id via Okezone pada Sabtu, 16 Mei 2026.
"Indonesia adalah negara miskin. Sepakbola adalah satu-satunya yang dimiliki orang-orang," kata Arsenio Valpoort.
Meskipun melihat keterbatasan ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, pemain berkebangsaan Belanda ini tetap menaruh rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap pengorbanan para suporter sepak bola di tanah air.
"Mereka (suporter di Indonesia) tidak punya banyak uang. Tetapi, jika bisa, mereka akan membeli tiket untuk pertandingan, itulah yang terpenting," lanjut Arsenio Valpoort.
Pemain yang lahir di Amsterdam ini mengaku terkejut dengan atmosfer sepak bola yang luar biasa gila di Indonesia, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat merumput di liga domestik Belanda maupun Hungaria.
"Saya disambut hangat para penggemar. Para pemain adalah pahlawan mereka. Kami diperlakukan seperti bintang," cerita Arsenio Valpoort.
Antusiasme masif tersebut diakui sempat membuat dirinya merasa heran karena mendapatkan perlakuan istimewa dan pengawalan ketat dari aparat keamanan setiap kali selesai menjalani agenda tim.
"Itu sulit dipahami seorang anak biasa dari Amsterdam yang datang ke Indonesia untuk bermain sepakbola. Setelah latihan, kami harus dikawal keluar stadion oleh polisi. Ketika kami pergi ke pertandingan, ribuan orang berkendara di belakang bus," kenang Arsenio Valpoort.
Berdasarkan data yang dihimpun dari situs Transfermarkt, penyerang yang kini berusia 33 tahun tersebut tercatat melanjutkan karier sepak bolanya bersama salah satu klub amatir di negara asalnya, VV Unicum.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·