AS Blokade Selat Hormuz Setelah Kegagalan Perundingan Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Amerika Serikat mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin pukul 14.00 GMT, setelah perundingan damai dengan Iran tidak mencapai kesepakatan. Keputusan ini diambil setelah kegagalan negosiasi yang mengancam gencatan senjata yang ada. Langkah ini berdampak pada lalu lintas maritim di wilayah tersebut.

Keputusan blokade dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menargetkan seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran. CENTCOM menyatakan blokade akan berlaku untuk kapal dari semua negara berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X.

Sebagai respons, Garda Revolusi Iran mengancam akan menindak tegas setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz, dengan menganggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata. Dilansir dari Money, beberapa kapal tanker telah mulai menghindari selat tersebut.

Beberapa kapal tanker minyak, termasuk kapal berbendera Pakistan, memilih jalur lain, sementara kapal lain seperti VLCC Agios Fanourios I berbendera Malta, berbalik arah setelah mencoba memasuki Teluk. Kapal super besar bermuatan penuh masih ada yang melintasi Selat Hormuz pada Sabtu menurut data.

CENTCOM menegaskan kebebasan navigasi tetap dijamin bagi kapal yang melintas menuju pelabuhan non-Iran. Rincian lebih lanjut akan disampaikan kepada pelaut komersial sebelum blokade dimulai. Penjelasan detail tentang dampak dan perkembangan selanjutnya belum tersedia.