Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah menyiapkan kesepakatan baru terkait perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz pada Senin (25/5/2026). Rencana pemulihan jalur laut ini berpotensi membuka kembali peluang bagi Iran untuk menjual minyak dan melanjutkan negosiasi program nuklirnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pada Senin (25/5) bahwa kemungkinan akan ada kabar mengenai perundingan bilateral tersebut untuk mengakhiri perang. Pakistan bertindak sebagai mediator dalam perundingan yang membahas pembukaan kembali Selat Hormuz yang krusial bagi jalur perdagangan minyak dunia.
"Pekerjaan masih berlangsung. Kami pikir mungkin akan ada sejumlah kabar nanti malam, mungkin hari ini," kata Rubio saat berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di New Delhi, India.
Rubio menjelaskan bahwa draf kesepakatan tersebut memuat poin-poin penting mengenai kapasitas kedua negara untuk memulihkan stabilitas di jalur maritim tersebut. Rencana itu juga akan membawa kedua belah pihak masuk ke dalam negosiasi nuklir yang lebih signifikan.
"Dalam pernyataannya, Rubio mengatakan bahwa ada "hal yang cukup solid di atas meja terkait kemampuan mereka untuk membuka selat, membuat selat dibuka, memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, dan dengan waktu terbatas mengenai masalah nuklir".
Rubio berharap nota kesepahaman ini dapat segera direalisasikan oleh kedua negara.
"Semoga kita bisa mewujudkannya," ucap Rubio.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi adanya kemajuan dalam pembahasan sebagian besar isu yang dirundingkan. Kendati demikian, Teheran memberikan respons yang lebih berhati-hati mengenai waktu penandatanganan kesepakatan.
"Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada sebagian besar isu yang sedang dibahas," kata Baghaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran.
Baghaei menyangkal klaim yang menyebutkan bahwa penandatanganan perjanjian akan terjadi dalam waktu dekat.
"Tetapi untuk mengatakan bahwa ini berarti penandatanganan perjanjian sudah dekat -- tidak ada yang dapat menyampaikan klaim semacam itu," tegas Baghaei.
Pihak Iran menyatakan akan tetap mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz dengan mengenakan biaya layanan navigasi dan perlindungan lingkungan. Baghaei membantah bahwa penarikan biaya tersebut merupakan bentuk penerapan tarif tol sepihak oleh Teheran.
"layanan yang diberikan -- layanan navigasi di samping langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi lingkungan Selat Hormuz", juga di Teluk Arab dan Laut Oman, "membutuhkan pengumpulan biaya tertentu".
Berdasarkan draf kesepakatan yang dilaporkan Axios dari seorang pejabat AS, kesepakatan ini mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Iran berkomitmen membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan mengizinkan kapal lewat tanpa tol, sementara AS akan mencabut blokade pelabuhan dan memberikan pengecualian sanksi minyak terbatas.
Draf tersebut juga mengatur komitmen Iran untuk menangguhkan pengayaan uranium tingginya. Laporan New York Times menyebutkan kesepakatan akhir saat ini masih menunggu persetujuan dari Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·