AS-Filipina bahas upaya majukan perdamaian di Laut China Selatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro di Washington, Jumat (5/6), untuk membahas upaya memajukan perdamaian di Laut China Selatan.

Selain Laut China Selatan, kedua menlu juga membahas berbagai prioritas ekonomi dan keamanan bilateral, serta tahun kepemimpinan Filipina di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Tahun ini, Filipina merupakan ketua perhimpunan yang memiliki 11 negara anggota itu.

“Menlu (Rubio) menegaskan kembali komitmen AS untuk mengembangkan Koridor Ekonomi Luzon dan menjajaki upaya untuk mengatasi tantangan energi di kawasan tersebut,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Koridor Ekonomi Luzon adalah inisiatif infrastruktur trilateral yang diluncurkan AS, Jepang dan Filipina pada April 2024, dengan tujuan mempercepat investasi di sektor-sektor kritis di Pulau Luzon, Filipina.

Selama pertemuan tersebut, Rubio “menekankan kekuatan aliansi Amerika Serikat-Filipina dan kelanjutan kerja sama erat kedua negara dalam memperingati 80 tahun hubungan diplomatik dan 75 tahun sebagai sekutu pada 2026”.

Filipina merupakan salah satu sekutu militer tertua AS di kawasan Asia-Pasifik.

Sementara itu, Lazaro menyebut pertemuannya dengan Rubio “produktif”. Ia menulis di media sosial X bahwa keduanya "terlibat dalam diskusi tentang kemitraan strategis di berbagai bidang."

"Dialog kami berfokus pada penguatan diplomasi ekonomi. Kami juga menegaskan kembali kerja sama maritim kami yang kuat dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, menekankan pentingnya saluran diplomatik untuk meredakan ketegangan," tulis Lazaro.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.