Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran, pada Selasa (9/6). Dilansir AFP, serangan ini dipicu jatuhnya sebuah heli serang Apache yang diduga ditembak oleh Iran.
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancaranya dengan ABC menyatakan bahwa AS akan merespons keras serangan ini.
"Untuk apa yang telah mereka lakukan ke helikopter kami kemarin malam, dan saya percaya, responsnya harus sangat kuat," katanya.
Sementara itu, Komando AS untuk wilayah Timur Tengah (CENTCOM) mengkonfirmasi serangan itu.
"Serangan sebagai bentuk pertahanan diri sudah dimulai, pada sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Berdasar perintah dari Komandan Tertinggi. Serangan dilakukan secara proporsional, sebagai bentuk respons atas agresi Iran yang tak bisa dibenarkan," kata CENTCOM.
Sementara itu, sejumlah media Iran melaporkan ada ledakan terdengar di pesisir selatan, dekat Selat Hormuz.
Padahal, beberapa jam sebelum serangan Trump sempat menyatakan bahwa negosiasi final untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sudah masuk tahap akhir. Ia sudah berulangkali menyampaikan hal ini.
Upaya meredakan konflik yang sudah dimulai sejak 8 April 2026 ini mendapat banyak tantangan. Terutama setelah Iran kembali menyerang pada pekan lalu, setelah sebelumnya kedua pihak menyatakan menghentikan pertikaian.
Akibatnya, Israel juga melanjutkan menyerang Lebanon. Pemerintah Lebanon menyebut, 11 orang tewas pada serangan udara di kota Tyre, Selasa kemarin.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·