Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa pemblokiran Selat Hormuz oleh militer Iran bakal segera diakhiri dengan cara apa pun. Kepastian tersebut muncul setelah ketegangan baru meletus akibat serangan udara pasukan Amerika Serikat ke wilayah Iran bagian selatan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (26/5/2026).
Situasi di jalur perdagangan internasional tersebut memanas setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM melancarkan operasi militer ke wilayah selatan Iran. Berdasarkan laporan kantor berita AFP, penegasan mengenai pembukaan kembali jalur laut tersebut disampaikan langsung oleh otoritas luar negeri Amerika Serikat saat melakukan kunjungan diplomatik ke India.
"Selat itu harus dibuka. Selat itu akan dibuka dengan cara apa pun, jadi selat itu harus dibuka," kata Rubio kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke India.
Otoritas diplomasi Washington menilai tindakan penutupan jalur maritim tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.
"Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, tidak dapat diterima," imbuhnya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/5/2026).
Kendati eskalasi bersenjata kembali meningkat di lapangan, pihak Amerika Serikat menyatakan peluang diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah masih tetap terbuka lebar.
"Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan melihat apakah kita bisa membuat kemajuan," kata Rubio.
Proses negosiasi saat ini disebut masih tertuju pada penyelarasan draf kesepakatan awal di antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
"Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari," ujarnya.
Sikap tegas juga ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi Amerika Serikat yang menuntut hasil kesepakatan yang menguntungkan tanpa adanya kompromi yang merugikan posisi Washington.
"Presiden (Donald Trump) telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkannya. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak ada kesepakatan sama sekali," tegas Rubio.
Di sisi lain, operasi militer yang digulirkan oleh CENTCOM diklaim menyasar fasilitas taktis milik pasukan Iran di pesisir selatan. Pihak militer Amerika Serikat berdalih serangan udara tersebut merupakan tindakan preventif demi mengamankan keselamatan personel mereka di zona konflik.
"Pasukan AS melancarkan serangan-serangan pertahanan diri di wilayah Iran bagian selatan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan kepada Fox News dan dilansir TRT World.
Menurut keterangan resmi militer, armada tempur Amerika Serikat membidik infrastruktur persenjataan serta kapal-kapal yang diidentifikasi tengah melakukan aktivitas berbahaya di perairan tersebut.
"Target-target serangan, sebut Hawkins, mencakup lokasi-lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang berusaha memasang ranjau. "Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," imbuh Hawkins.
Meskipun CENTCOM tidak merilis detail lokasi operasi secara terperinci, dampak ledakan dilaporkan terdengar jelas oleh warga di sekitar kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask yang berada di sepanjang garis pantai Teluk.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·