AS Roma Pecat Claudio Ranieri dari Jabatan Penasihat Senior

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Manajemen AS Roma resmi mencopot Claudio Ranieri dari jabatannya sebagai penasihat senior klub pada Jumat (24/4/2026). Keputusan ini diambil di tengah laporan ketidakharmonisan hubungan antara Ranieri dengan pelatih utama Giallorossi, Gian Piero Gasperini, dalam beberapa pekan terakhir.

Klub ibu kota Italia tersebut memberikan apresiasi atas dedikasi Ranieri yang sempat menjabat sebagai pelatih sebelum beralih ke peran eksekutif. Pengumuman pemberhentian ini dilansir dari Detik Sport melalui pernyataan resmi pihak klub yang menekankan fokus pada visi masa depan tim.

"Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Claudio atas kontribusinya yang signifikan kepada Roma. Ia memimpin tim melewati masa yang sangat menantang dan kami akan selalu berterima kasih atas usahanya," bunyi pernyataan Roma.

Pihak manajemen menegaskan bahwa stabilitas kepemimpinan menjadi prioritas utama untuk menjaga identitas sejarah klub. Fokus Roma kini sepenuhnya tertuju pada pengembangan tim di bawah arahan teknis Gasperini.

"Saat kami menatap masa depan, arah kami jelas. Klub ini kuat, dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang terdefinisi. Roma akan selalu menjadi prioritas utama," tulis manajemen Roma.

Pihak klub juga menyatakan optimisme terhadap performa tim yang saat ini berada di bawah kendali Gasperini. Mereka berharap kerja sama kolektif dapat membawa hasil maksimal bagi para pendukung.

"Kami memiliki keyakinan penuh pada jalan yang akan ditempuh di bawah kepemimpinan Gian Piero Gasperini, dengan tujuan bersama untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan hasil yang layak untuk sejarah kita," tegas pernyataan resmi tersebut.

Ranieri merespons keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa penghentian kerja sama ini merupakan kebijakan sepihak dari pihak klub. Melalui kantor berita Italia, ANSA, mantan pelatih yang membawa Roma finis di posisi kelima Serie A musim lalu itu memberikan penjelasan mengenai latar belakang kepergiannya.

"Berakhirnya tugas saya sebagai penasihat senior disebabkan oleh keputusan sepihak dari klub," bunyi pernyataan Ranieri.

Meskipun harus meninggalkan posisinya, sosok yang akrab disapa The Tinkerman ini menekankan pentingnya kejujuran dan loyalitas selama ia mengabdi di Stadio Olimpico. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan seragam Roma.

"(Saya) mengucapkan terima kasih kepada keluarga Friedkin (pemilik Roma), tim, karyawan, dan seluruh pendukung Giallorossi atas kasih sayang luar biasa yang telah mereka tunjukkan selama bertahun-tahun, yang selalu dibalas sepenuhnya. Forza Roma sempre," kata Ranieri.

Gian Piero Gasperini memberikan tanggapan terkait situasi ini dalam sesi jumpa pers yang digelar pada hari yang sama. Ia menegaskan tidak memiliki konflik pribadi dengan Ranieri dan lebih memilih fokus pada otoritas manajemen dalam pengambilan keputusan.

"Pengumuman itu menyoroti dua hal: Kepercayaan (pada saya), yang tak pernah kurang sejak hari pertama, dan juga bahwa Roma adalah yang terpenting," ujar Gasperini.

Gasperini juga mengungkapkan ketidakterlibatannya dalam polemik pernyataan yang sempat dilontarkan oleh Ranieri sebelumnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan yang merugikan pihak mana pun di dalam klub.

"Saya sendiri juga terkejut mengetahui saya tak memiliki perasaan apapun terhadap apa yang ia (Ranieri) katakan," tutur Gasperini.

Pelatih tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya tidak memposisikan diri sebagai lawan bagi siapa pun di internal Roma. Gasperini tetap berkomitmen pada tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala.

"I tak melakukan apapun. Jangan menempatkan saya di posisi yang sama, saya tak melakukan apapun terhadap siapapun," pungkas Gasperini.