AS Saint Etienne dan Rodez AF Perebutkan Tiket Playoff Liga Prancis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

AS Saint-Etienne (ASSE) menghadapi Rodez AF dalam pertandingan final playoff yang krusial di Stadion Geoffroy-Guichard pada Jumat, 15 Mei 2026. Laga ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk memperebutkan satu tempat di babak kualifikasi demi meraih promosi ke kasta tertinggi.

Rodez datang dengan catatan impresif tidak terkalahkan dalam 21 pertandingan terakhir di bawah asuhan Didier Santini. Tim tamu harus menjalani jadwal padat setelah melakoni laga intensitas tinggi melawan Red Star FC pada Selasa sebelumnya, yang menandai perjalanan tandang ketiga mereka dalam sepekan.

Saint-Etienne sendiri mencoba memanfaatkan keunggulan fisik dan dukungan penuh dari pendukung tuan rumah di stadion yang dikenal sebagai Le Chaudron. Dilansir dari BeIN Sports, pengamat sepak bola Patrick Guillou menyoroti tekanan besar yang menyelimuti tim tuan rumah setelah kegagalan pada fase akhir kompetisi reguler.

"Les tiga défaites de Saint-Étienne dans le sprint final ont fait très mal. Pendant ce temps-là, Le Mans a fait le boulot là où Saint-Étienne n’a pas réussi à gagner, comme à Bastia. Attendez de voir quand les Green et les Magic vont pousser… Espérons que cela porte l’équipe des Verts." ujar Patrick Guillou, Pengamat Sepak Bola.

Gelandang Saint-Etienne, Aimen Moueffek, menegaskan bahwa timnya memiliki pengalaman lebih dalam menghadapi situasi penuh tekanan seperti ini dibandingkan pertemuan dua musim lalu.

"On a déjà vécu ces situations, tout le monde connaît l’importance du match d’aujourd’hui. L’agressivité et l’envie feront la différence. Il y a plus d’envie qu’il y a deux ans." kata Aimen Moueffek, Pemain AS Saint-Etienne.

Meskipun bertindak sebagai tim tamu, Presiden Rodez Aveyron Football, Pierre-Olivier Murat, tetap optimistis dengan kondisi skuatnya yang didominasi pemain muda. Ia meyakini masa pemulihan tim berjalan baik meski ada pembatasan jumlah suporter tandang.

"On est très, très bien par rapport à il y a deux ans. On a bien recuperé, on a une équipe jeune. On vient ici pour gagner le match. Il y a du monde qui est resté à la maison à cause de la limite de supporters, mais ils seront derrière nous. Nous, on vient ici pour gagner en tout cas." tutur Pierre-Olivier Murat, Presiden Rodez AF.

Pelatih Philippe Montanier mengungkapkan bahwa mentalitas anak asuhnya tetap terjaga meskipun baru saja mengalami kekecewaan karena gagal promosi secara otomatis. Ia menekankan faktor kepercayaan diri dari kemenangan sebelumnya melawan Amiens.

"Ça a été vite évacué, la frustration. On savait que c’était une possibilité, donc ce n’était pas une grande surprise. J’ai déjà vécu cette expérience avec Lens. Ils ne seront pas fatigués, la victoire facilite la récupération. On va se concentrer sur nous. Chaque match a sa vérité. Au match retour, on avait quelques absents. On a notre public, et la victoire contre Amiens a donné de la confiance. Tout va se jouer sur un match." jelas Philippe Montanier, Pelatih.

Di sisi lain, Didier Santini memastikan timnya tidak akan melakukan perubahan strategi besar-besaran untuk merespons taktik lawan. Ia meminta para pemain tetap setia pada gaya permainan asli mereka di lapangan.

"Il faut rester dans ce qu’on sait faire. C’est un match magnifique dans un stade magnifique. Il faut bosser. L’équipe est bien, elle est jeune, elle a du jus. On a gagné deux finales pour être présents ici. Non, les changements tactiques de Saint-Étienne ne vont rien changer. Nous, on va rester dans ce qu’on sait faire." ungkap Didier Santini, Pelatih Rodez AF.