Departemen Energi Amerika Serikat menyalurkan 53,3 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) kepada sejumlah perusahaan energi pada Senin (11/5/2026). Langkah ini dilakukan guna meredam lonjakan harga bahan bakar di pasar global yang dipicu oleh konflik bersenjata dengan Iran.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, aliran cadangan minyak darurat dalam jumlah besar ini menargetkan stabilitas harga di SPBU menjelang musim liburan musim panas. Beberapa korporasi besar seperti Trafigura Group, Marathon Petroleum Corp, dan Exxon Mobil Corp menjadi penerima utama dalam distribusi tersebut.
Trafigura tercatat menerima alokasi terbesar mencapai hampir 13 juta barel, diikuti oleh Marathon dan Exxon Mobil. Upaya pengendalian harga ini sangat krusial mengingat harga rata-rata nasional bensin reguler telah melampaui US$4,50 per galon sejak serangan militer AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu.
Pelepasan cadangan ini merupakan bagian dari inisiatif global yang dipimpin oleh Badan Energi Internasional (IEA). Sebagai bagian dari program tersebut, pemerintah AS melepaskan rekor 1,22 juta barel minyak per hari pada pekan sebelumnya untuk menekan angka inflasi energi.
Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terkait langkah-langkah tambahan untuk meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar tersebut.
"sampai dianggap tepat" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Penangguhan pajak federal sebesar 18,4 sen per galon bensin sedang diupayakan oleh pihak kepresidenan. Analis anggaran independen memprediksi kebijakan ini akan menyebabkan hilangnya pendapatan pajak negara senilai miliaran dolar setiap bulannya.
Pemerintahan Trump memiliki komitmen total untuk melepaskan 172 juta barel minyak melalui skema pertukaran. Hingga saat ini, sebanyak 133,1 juta barel telah disepakati untuk dilepaskan, namun belum ada kepastian mengenai jadwal penawaran berikutnya untuk memenuhi sisa target.
Alokasi minyak dari SPR ini tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, melainkan juga diekspor ke wilayah Eropa dan Amerika Selatan. Gelombang pelepasan cadangan berikutnya dijadwalkan berlangsung antara Juni hingga Agustus 2026 bertepatan dengan puncak permintaan bensin.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·