ASDP Alihkan Rute KMP Mamberamo Foja Akibat Cuaca Ekstrem, Senin 13 April 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan pengalihan rute KMP Mamberamo Foja menuju Pelabuhan Kosonaweja pada Senin (13/4/2026). Perubahan rute ini dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem yang melanda perairan utara Papua. Keputusan ini diambil setelah kapal sebelumnya berlindung di Pelabuhan Teba.

Windy Andale, selaku Corporate Secretary ASDP, menyatakan bahwa keputusan pengalihan rute didasarkan pada kondisi lapangan yang tidak memungkinkan operasional berjalan normal. Kondisi cuaca di Pelabuhan Teba, tempat kapal sebelumnya bersandar, ditandai dengan gelombang mencapai 4 meter dan kecepatan angin hingga 40 knot.

Keputusan tersebut diambil melalui koordinasi intensif dengan BPTD dan UPP Pelabuhan Teba. Pengalihan rute dianggap sebagai opsi paling aman, mempertimbangkan keterbatasan logistik dan ketersediaan air tawar di lokasi tersebut. Menurut Windy, langkah ini merupakan bagian dari mitigasi risiko yang terukur.

Saat ini, KMP Mamberamo Foja sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Kosonaweja. Jarak tempuh diperkirakan mencapai 83 mil laut, dengan estimasi waktu pelayaran sekitar dua hari. Kapal tetap menjalankan kewajiban layanan dengan singgah di Pelabuhan Bagusa dan Trimuris sesuai kontrak trip bersubsidi.

Windra Soelistiawan, General Manager ASDP Cabang Biak, memastikan bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi aman dan terkendali. Pelayanan terus dilakukan, termasuk pemenuhan logistik dan penyediaan obat-obatan di atas kapal. Awak kapal juga terus berupaya menjaga kualitas pelayanan, termasuk memastikan distribusi makanan dan minuman berjalan lancar serta menjaga komunikasi intensif dengan penumpang.

Informasi disampaikan secara berkala kepada penumpang untuk memberikan kepastian di tengah kondisi cuaca yang dinamis. Sebagian besar penumpang memiliki tujuan akhir di Kosonaweja. ASDP tetap memastikan pelayanan berlanjut bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Biak, dengan imbauan agar tiket disimpan sebagai bukti perjalanan. Sepanjang tahun 2025, KMP Mamberamo Foja telah melayani 13.083 penumpang, 282 kendaraan campuran, dan mengangkut sekitar 5.730 ton muatan curah.

BMKG Maritim Jayapura telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 11–14 April 2026, yang memperkirakan potensi kecepatan angin kencang 20–25 knot di Perairan Selatan dan Utara Serui serta Perairan Sarmi–Mamberamo. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

"Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, kami harus adaptif. Keputusan pengalihan ini diambil agar aspek keselamatan tetap terjaga sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," kata Windy Andale dari keterangan resmi yang dikutip dari Money.

ASDP berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan cuaca secara intensif sebelum melanjutkan kembali operasional pelayaran secara normal. Operasional kapal akan dijalankan kembali setelah otoritas berwenang menyatakan kondisi aman, sebagai wujud komitmen ASDP dalam memberikan layanan penyeberangan yang selamat, andal, dan berkelanjutan.