Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan KMP Mamberamo Foja untuk memperkuat konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Papua, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengoperasian kembali kapal tersebut dilakukan setelah sempat tertahan akibat cuaca buruk pada Jumat (10/4).
"ASDP resmi mengoperasikan kembali KMP Mamberamo Foja setelah sebelumnya tertahan cuaca buruk pada Jumat (10/4). Bagi masyarakat di wilayah 3TP, kapal bukan sekadar moda transportasi, melainkan penghubung harapan," kata Heru dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan kapal penyeberangan tidak hanya menghadirkan layanan transportasi, tetapi juga membuka akses ke pasar, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Karena itu, menurut Heru, operasionalisasi kembali KMP Mamberamo Foja menjadi lebih dari sekadar pelayaran, melainkan memastikan kehidupan masyarakat tetap berjalan.
Pengoperasian kembali kapal tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan layanan publik hingga ke pelosok, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
"Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.
KMP Mamberamo Foja melayani dua lintasan utama, yaitu Biak-Teba-Bagusa-Trimuris-Kasonaweja dan Biak-Bromsi. Sepanjang April 2026, rute Biak-Teba-Kasonaweja dioperasikan secara berkelanjutan dengan keberangkatan dari Biak pada sore hari, dilanjutkan ke Bagusa, Trimuris, hingga Kasonaweja dengan variasi jadwal pagi, siang, dan sore.
Pola serupa diterapkan untuk perjalanan sebaliknya guna memastikan kesinambungan layanan. Sementara itu, lintasan Biak-Bromsi dijalankan secara berkala dengan jadwal fleksibel, terutama pada akhir pekan hingga awal pekan, mencakup waktu pagi, siang, hingga malam hari.
"Seluruh operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca, demi menjamin layanan yang andal dan berkelanjutan," kata Heru.
General Manager ASDP Cabang Biak Windra Soelistiawan menyatakan kapal tersebut memiliki kapasitas 67 penumpang dan tujuh unit kendaraan, yang dinilai memadai untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan konektivitas tersebut menjadi penggerak ekonomi lokal di berbagai wilayah yang dilintasi. Biak dan Teba dikenal sebagai penghasil hasil laut, Bagusa dan Trimuris sebagai sentra sagu, Kasonaweja dengan potensi perikanan dan padi, serta Bromsi dengan produksi ubi jalar.
Dengan tersambungnya wilayah-wilayah tersebut, distribusi komoditas menjadi lebih efisien dan memiliki nilai tambah, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.
Sepanjang 2025, KMP Mamberamo Foja tercatat melayani 13.083 penumpang, 282 kendaraan campuran, serta mengangkut sekitar 5.730 ton muatan curah, menegaskan perannya sebagai penghubung utama wilayah.
ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghubungkan Indonesia hingga ke wilayah 3TP melalui layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan. "Karena di setiap perjalanan, ada kehidupan yang terus bergerak," kata Heru.
Baca juga: Dirut ASDP tegaskan dukung penguatan konektivitas Papua Barat Daya
Baca juga: ASDP Sorong operasikan lima kapal feri layani 21 lintasan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·