PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) resmi menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp 1,1 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026. Alokasi ini setara dengan Rp 229 per saham yang diambil dari total laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 2,2 triliun.
Sebagaimana dilansir dari Money, emiten komponen otomotif ini sebelumnya telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 284,36 miliar atau Rp 29 per saham pada 24 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp 819,35 miliar atau setara Rp 170 per saham.
Pembayaran dividen final dijadwalkan cair pada 15 Mei 2026 mendatang. Adapun hak atas dividen tersebut diberikan kepada investor yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 4 Mei 2026.
Division Head of Corporate Communication & Investor Relations PT Astra Otoparts Tbk Wisnu Wijaya memberikan penjelasan mengenai sisa keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen dalam keterangan tertulisnya.
"Sisa laba bersih yang belum ditetapkan penggunaannya dibukukan sebagai laba ditahan," ujar Wisnu Wijaya, Division Head of Corporate Communication & Investor Relations PT Astra Otoparts Tbk.
Selain urusan pembagian laba, rapat tersebut juga mengesahkan perubahan struktur manajemen di jajaran direksi dan komisaris. Langkah ini menyusul pengunduran diri Hamdani Dzulkarnaen S. dari posisi Presiden Direktur dan Gidion Hasan dari jabatan Presiden Komisaris.
Pemegang saham secara resmi mengangkat Yusak Kristian Solaeman untuk menduduki jabatan Presiden Direktur yang baru. Sementara itu, Thomas Junaidi Alim W. didapuk sebagai Presiden Komisaris, sedangkan Gidion Hasan tetap menjabat namun beralih menjadi anggota dewan komisaris.
Berikut adalah susunan lengkap dewan komisaris terbaru perusahaan:
| Presiden Komisaris | Thomas Junaidi Alim W. |
| Komisaris | Gidion Hasan |
| Komisaris | Gunawan Geniusahardja |
| Komisaris | Sudirman Maman Rusdi |
| Komisaris Independen | Bambang Widjanarko E.S. |
| Komisaris Independen | Agus Tjahajana Wirakusumah |
| Komisaris Independen | Bambang Trisulo |
Perombakan kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika industri. Rasio pembagian dividen yang mencapai 50 persen dari laba bersih juga menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga imbal hasil bagi investor.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·