Astra "roadshow" SATU Indonesia Awards 2026 di Banyuwangi

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Banyuwangi (ANTARA) - PT Astra International Tbk menggelar roadshow apresiasi pemuda yakni SATU Indonesia Awards ke-17 Tahun 2026 dikemas dalam bincang inspiratif dan dihadiri ratusan pemuda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Rangkaian kegiatan sosialisasi SATU Indonesia Awards 2026 ini untuk menjaring inovator muda yang membawa dampak positif bagi masyarakat dalam lima bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi, lingkungan dan kewirausahaan.

​Head of Corporate Communication Astra, Windy Riswantyo menyampaikan pelaksanaan SATU Indonesia Awards ke-17 tahun 2026 ini sebagai bentuk konsistensi Astra dalam mendukung kemajuan bangsa melalui pemuda.

"Untuk mencapai kesuksesan, kompetensi itu penting, dan koneksi juga tidak kalah penting. SATU Indonesia Awards ini menjadi wadah apresiasi sekaligus jaringan koneksi tersebut," kata Windy dalam kegiatan bincang inspiratif.

Dia menyebutkan bahwa Astra saat ini membina sekitar 1.500 desa di Indonesia, dan Windy berharap ajang SATU Indonesia Awards tahun ini mampu melahirkan kolaborasi baru yang semakin berdampak luas.

"Seperti halnya replikasi program kerja dari para pemenang sebelumnya di berbagai daerah," kata Windy.

Sementara Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Raline Shah yang hadir sebagai salah satu juri SATU Indonesia Awards 2026 menyampaikan pentingnya keseimbangan hidup di era digital.

Menurutnya, fenomena kecanduan gawai saat ini menjadi tantang global dan tidak hanya di Indonesia.

"Mengenai gawai ini bukan masalah di Indonesia saja. Untuk mencegahnya melalui program Tunggu Anak Siap (TUNAS) agar anak-anak di bawah 16 tahun tidak kebabblasan," Raline.

Ia menambahkan, tantangan saat ini perlu memberikan semangat dan menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat, karena semakin tajam teknologi berkembang, semakin besar pula tantangan manusia untuk mempertahankan rasa empati karena waktunya kerap tersita oleh layar gawai.

"Saya sendiri merasa terhormat menjadi bagian dari juri SATU Indonesia Awards. Saya berharap teman-teman di di Banyuwangi dan seluruh Indonesia ikut serta menjadi peserta SATU Indonesia Awards," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Astra juga menghadirkan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2021 dan sekaligus Penggerak Desa Sejahtera Astra "Lali Gadget" (lupa gawai) asal Sidoarjo, yakni Achmad Irfandi.

Dalam kesempatan itu, Achamad Irfandi berbagi kisah suksesnya dalam mengatasi keresahan mengenai anak-anak yang kecanduan gawai.

"Awalnya kami resah melihat anak kecil selalu main gawai, sehingga kami bergerak mengenalkan kembali permainan tradisional dan mendampingi anak-anak saat mereka memegang gawai," katanya.

Menurut Achmad Irfandi, strategi utama gerakan ini tidak melarang total teknologi, tapi memperbanyak interaksi fisik dan mengenalkan kembali permainan tradisional.

Ia menyampaikan bahwa dampak dari kecanduan gawai bagi anak-anak sudah banyak termasuk kriminal, penurunan intelektual dan sebagainya.

"Untuk terus mempertahankan program 'Kampung Lali Gadget', yang pertama pasti program itu jalan ketika ada orangnya dan ada sumber dayanya, syukur-syukur nanti bisa kami replikasi di Banyuwangi," kata Achmad Irfandi.

Ia menambahkan, cara kerja Kampung Lali Gadget itu sederhana, yakni mengajak anak-anak bermain berinteraksi kembali kembali seperti zaman dahulu.

"Seperti masa kecil kita mengajak mereka permainan-permainan tradisional kepada anak-anak, jadi segampang itu dan sederhana," kata Achmad Irfandi.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.