Astronaut Tiangong Berhasil Panen Tomat Aeroponik di Orbit Bumi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Stasiun antariksa Tiangong menjadi saksi keberhasilan eksperimen botani di luar angkasa. Para astronaut asal China yang sedang bertugas di orbit Bumi tersebut dilaporkan telah berhasil memanen tomat ceri hasil budidaya mandiri.

Aksi para kru saat memetik dan mengabadikan hasil panen tersebut terekam dalam video yang dibagikan oleh China Central Television (CCTV). Dilansir dari Detik iNET, tomat-tomat tersebut ditanam dengan metode canggih yang dirancang khusus untuk lingkungan mikrogravitasi.

Setelah dipetik, buah-buah merah itu segera disegel dan disimpan dalam wadah khusus. Prosedur ini dilakukan guna memastikan sampel tetap terjaga untuk kebutuhan penelitian lebih lanjut di laboratorium Bumi.

Budidaya tomat ini mengandalkan teknologi aeroponik yang dikembangkan oleh tim China Astronaut Research and Training Center. Sistem inovatif ini bekerja dengan cara mengubah air menjadi kabut halus untuk menutrisi akar tanaman.

Metode penguapan air menjadi kabut dipilih karena tingkat efisiensinya yang sangat tinggi. Hal ini krusial mengingat sumber daya air di stasiun antariksa sangat terbatas dan harus dikelola dengan sangat ketat.

Area perkebunan mini di dalam Tiangong ini ternyata memiliki arti emosional bagi para awak. Astronaut Zhang Hongzhang menyebut lokasi hijau tersebut sebagai 'pojok penyembuhan' atau healing corner di tengah suasana ruang angkasa yang dingin.

Persiapan Misi Antariksa Jangka Panjang

Keberhasilan memanen tomat ini merupakan langkah awal dari rangkaian eksperimen yang lebih besar. Awak misi Shenzhou-21 direncanakan akan memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan di orbit.

Target selanjutnya mencakup penanaman gandum, wortel, hingga berbagai jenis tanaman obat pangan. Eksperimen ini bertujuan untuk menguji sejauh mana teknologi pendukung kehidupan bioregeneratif dapat diandalkan dalam jangka waktu lama.

Data yang dikumpulkan dari uji coba ini akan menjadi fondasi penting bagi penjelajahan antariksa masa depan. Sistem tersebut memungkinkan para astronaut bertahan hidup tanpa harus bergantung penuh pada pasokan logistik rutin dari Bumi.

Eksperimen Fisika dan Pemantauan Kesehatan

Aktivitas kru Tiangong tidak terbatas pada sektor pangan. Mereka juga disibukkan dengan berbagai penelitian fisika mikrogravitasi, termasuk perawatan perangkat aksial dan pembersihan sensor-sensor penting di stasiun.

Pemeliharaan sistem pendukung kehidupan regeneratif juga menjadi prioritas harian. Para astronaut rutin memantau perkembangan mikroorganisme guna mencegah adanya kontaminasi mikroba berbahaya di dalam lingkungan tertutup stasiun.

Kesehatan para kru tetap dipantau secara ketat melalui tes darah berkala dan pelatihan medis darurat. Data medis ini dikirimkan ke Bumi agar tim dokter dapat mengawasi kondisi fisik astronaut secara akurat selama menjalankan misi.

Misi Shenzhou-21 sendiri telah mengorbit sejak diluncurkan dari Jiuquan Satellite Center pada 31 Oktober 2025. Hingga 9 Desember 2025, para kru tercatat telah sukses menyelesaikan misi extravehicular activity (EVA) pertama mereka.