Auditorium Kampus Binus Kemanggisan terbakar, kuliah dialihkan daring

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kebakaran yang melanda Auditorium Kampus Bina Nusantara (Binus) Anggrek di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat pagi membuat kegiatan perkuliahan dialihkan menjadi sistem daring (online).

Jason (20), mahasiswa semester dua Binus Anggrek yang mengaku cukup kaget saat tiba di gerbang kampus. Namun, ia tidak dibolehkan masuk karena adanya proses pemadaman.

"Dari Depok, berangkat dari jam 06.15 WIB lah tadi, belum ada info kalau kampus kebakaran. Nyampai sini sekitar jam 07.00 WIB, ternyata gerbangnya ditutup, dibilangin enggak bisa masuk, ada kebakaran. Bingung lah saya, udah nyampai gini kan," ungkap Jason.

Dia menuturkan pihak kampus langsung memberikan arahan agar mahasiswa tidak datang ke lokasi dan mengganti metode pembelajaran melalui aplikasi Zoom.

"Harusnya, kelas jam 07.20 WIB, akhirnya dialihkan ke Zoom, online doang sampai jam 09.00 WIB. Pokoknya, diumumin kalau kampus tuh ada kebakaran, terus langsung disaranin buat pakai online Zoom meeting gitu," jelas Jason.

Dia pun membenarkan berdasarkan informasi yang tersebar, titik kebakaran berada di ruang auditorium di lantai 5.

Hal serupa turut dialami oleh Morio (20), mahasiswa jurusan Ilmu Komputer yang sebenarnya tidak memiliki jadwal kelas reguler, namun hendak mengikuti jadwal pelatihan.

"Awalnya, sih, sebenarnya saya ada jadwal training hari ini, enggak ada jadwal kelas. Cuma pas baru nyampai sini, kok, langsung ramai, kebakaran nih," ujar Morio.

Baca juga: Kebakaran Auditorium Binus Kemanggisan padam, 70 personel dikerahkan

Setelah mengetahui insiden tersebut, dia langsung memeriksa ponselnya dan mendapati rentetan pesan masuk mengenai status perkuliahan hari ini.

Ternyata, seluruh kegiatan di kampus dialihkan menjadi daring.

"Nah, langsung dapatlah info di WA (WhatsApp) dan grup Discord angkatan, katanya langsung di-online-kan yang kelas gitu," ucap Morio.

Karena sudah telanjur berada di lokasi, dia kini memilih bertahan di sekitar area kampus sembari menunggu arahan lebih lanjut dari pihak kampus mengenai jadwal pelatihannya pada siang hari ini.

Dia bersama rekan-rekannya tampak berdiri di seberang kampusnya sambil menyaksikan proses pemadaman.

"Nah, belum ada info, sih, kalo misalnya ntar siang, kan saya juga ada training lagi. Nah, enggak tau apakah udah aman atau belum, tapi yang pagi-pagi ini udah pasti di-online-kan, gitu, untuk kelasnya," tutur Morio.

Dia pun masih menunggu informasi lanjutan jika pada siang hari ini, mahasiswa sudah bisa masuk atau kegiatannya dibatalkan karena adanya proses investigasi kebakaran.

Sembari menunggu, Morio mengaku sempat mencari tahu titik lokasi kebakaran dari para petugas pemadam kebakaran yang baru saja keluar dari gedung.

"Tadi, sih, saya udah sempat ngobrol juga dengan beberapa petugas Damkar. Ada yang bilang langsung dari ruang auditoriumnya, lantai 4 gitu, lantai 4 lantai 5 gitu. Kemungkinannya, sih, katanya karena korsleting, cuma belum ada alasan pastinya gitu," ungkap Morio.

Baca juga: Kebakaran melanda gedung Kampus Binus di Kemanggisan Jakbar

Seperti diketahui, kebakaran melanda Kampus Bina Nusantara (Binus), Kampus Anggrek, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat pagi.

Dalam rekaman video yang viral, asap tebal terlihat membumbung tinggi dari titik kebakaran di dalam kampus tersebut.

Petugas beserta armada pemadam kebakaran nampak berjejer di area kampus tersebut dan di sisi Jalan Rawa Belong, Palmerah.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengonfirmasi peristiwa kebakaran di kampus tersebut pada Jumat pagi.

"Iya, benar, ini ada kejadian di Binus Kemanggisan, ya. Saat ini, saya dan tim sudah di lokasi melakukan penanganan," kata Syaiful.

Dia mengatakan insiden kebakaran itu pertama kali dilaporkan pada pukul 05.30 WIB, kemudian tim pemadam kebakaran Jakarta Barat tiba di lokasi pada pukul 05.40 WIB.

Dalam pengerahan awal, tercatat da sekitar lima unit pemadam berkekuatan 30 personel yang dikerahkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

Baca juga: Kelalaian standar K3 jadi pemberat hukuman Dirut Terra Drone

Baca juga: 60 personel padamkan kebakaran kercetakan di Cipinang Cempedak Jaktim

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.