Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis memberikan persetujuan bagi Antonio Conte untuk mengemban tanggung jawab ganda sebagai pelatih klub sekaligus menakhodai Tim Nasional Italia. Keputusan ini muncul sebagai respons atas krisis kepemimpinan di skuad Azzurri pasca kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2026.
Lampu hijau dari petinggi Napoli tersebut membuka jalan bagi Conte untuk kembali ke kursi kepelatihan tim nasional tanpa harus menanggalkan jabatannya di Stadio Diego Armando Maradona. De Laurentiis memberikan konfirmasi mengenai kesiapannya menerima opsi peran ganda bagi pelatih berusia 56 tahun tersebut.
"Jika Conte mengajukan tawaran itu, saya rasa saya akan setuju," kata Aurelio De Laurentiis, Presiden Napoli.
Meski telah memberikan restu, sang presiden memberikan catatan bahwa kepastian kerja sama tersebut sangat bergantung pada struktur rencana masa depan yang ditawarkan oleh federasi. De Laurentiis menegaskan komitmen pelatihnya terhadap efektivitas proyek sepak bola.
"Namun, presiden Napoli itu juga menekankan bahwa Conte tidak akan terburu-buru menerima tawaran tersebut tanpa adanya proyek yang jelas dan stabil," ujar laporan tersebut.
Kembalinya Conte ke pangkuan Gli Azzurri diprediksi bakal terganjal urusan finansial mengingat perbedaan skala gaji antara klub dan federasi. Berdasarkan data di Italia, mantan pelatih Chelsea itu menerima upah pokok sebesar 6,5 juta euro per tahun di Napoli, belum termasuk tambahan bonus prestasi.
Jumlah tersebut kontras dengan standar gaji pelatih Timnas Italia belakangan ini yang jarang menembus angka 3 juta euro per tahun. Pada periode kepemimpinan Conte sebelumnya di tim nasional tahun 2014 hingga 2016, sebagian beban pendapatannya bahkan harus ditopang melalui kerja sama dengan pihak sponsor.
Kebutuhan akan sosok disiplin seperti Conte meningkat setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengalami kekosongan kepemimpinan. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan pelatih Gennaro Gattuso telah menyatakan pengunduran diri mereka menyusul kegagalan di babak play-off Piala Dunia.
Skema jabatan ganda ini memiliki preseden di sepak bola internasional, seperti yang pernah dilakukan oleh Guus Hiddink saat menangani PSV Eindhoven dan Timnas Australia pada 2006. Untuk sementara, Italia kemungkinan akan dipimpin pelatih interim Silvio Baldini dalam laga persahabatan pada Juni mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·