Badan Gizi Nasional Hentikan Operasional 1.238 Satuan Pelayanan Gizi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia karena dinilai tidak memenuhi standar kelayakan. Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Langkah tegas ini diambil di tengah upaya pemerintah memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dilansir dari Detik Finance, tercatat ada 28.390 unit SPPG yang terdata secara nasional hingga pertengahan Mei 2026.

"Berdasarkan data per 12 Mei 2026, terdapat 1.238 SPPG uang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standard," ungkap Qodari.

Data pemerintah menunjukkan bahwa dari total puluhan ribu SPPG yang tersedia, baru 15.735 unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemenuhan sertifikasi tersebut menjadi syarat krusial guna menjamin proteksi kesehatan bagi jutaan penerima manfaat program pemerintah tersebut.

Muhammad Qodari menekankan bahwa pengelolaan program dengan target sasaran mencapai 82,9 juta orang memiliki kompleksitas yang tinggi. Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem tata kelola pelaksanaan MBG di lapangan.

"Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan agar manfaat program benar-benar sampai ke penerima secara aman, layak, dan konsisten," terang Qodari.

Realisasi program Makan Bergizi Gratis saat ini telah menjangkau sekitar 61,9 juta jiwa atau setara dengan 74,8 persen dari total target nasional. Pemerintah terus memantau data penerima manfaat secara berkala untuk memastikan pemerataan distribusi gizi.

"Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 atau 71,8% dari total target 82,9 penerima," tutur Qodari.