Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Agustus 2026. Langkah ini diambil guna menjamin kualitas keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.
Hingga Kamis (16/4/2026), data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 13.576 unit SPPG telah resmi mengantongi sertifikasi tersebut. Angka ini mencakup sekitar 52,37 persen dari total 25.925 unit SPPG yang saat ini telah beroperasi di berbagai wilayah.
Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa pencapaian sertifikasi saat ini merupakan lonjakan signifikan. Dilansir dari Detik Finance, jumlah unit yang tersertifikasi mencapai 81,39 persen jika dihitung dari 16.681 SPPG yang sudah mengajukan permohonan resmi.
"Alhamdulillah, saat saya masuk akhir September 2025, SLHS baru 39 SPPG. Sekarang sudah 25 ribu lebih," ujar Nanik Sudaryati Deyang, Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG melalui keterangan tertulisnya.
Pemerintah kini menerapkan strategi percepatan dengan mendorong sinergi lintas kementerian untuk mempermudah penerbitan SLHS di tingkat daerah. Target jangka pendek telah ditetapkan agar seluruh unit SPPG segera menyelesaikan proses administrasi pendaftaran paling lambat pada Juni 2026.
Ketegasan juga akan diberlakukan bagi pengelola unit yang tidak patuh terhadap aturan administrasi kesehatan ini. Nanik menyatakan akan menginstruksikan Deputi Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) untuk menghentikan operasional sementara bagi unit yang belum mendaftarkan diri.
Sanksi suspensi operasional tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap hidangan yang disalurkan memenuhi standar kesehatan yang ketat. Pengawasan terus diperketat agar seluruh penyedia layanan pemenuhan gizi menjalankan prosedur sanitasi yang seragam di seluruh Indonesia.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·