Bagnaia Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026 Akibat Masalah Motor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pebalap utama tim Ducati, Francesco Bagnaia, gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans pada Minggu, 10 Mei 2026, setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 2 pada putaran ke-16.

Insiden tersebut membuat Bagnaia kehilangan posisi kedua dan terekam kamera meluapkan emosi dengan menendang kotak plastik serta traffic cone saat meninggalkan lintasan balap, yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Kegagalan ini merupakan kali ketiga Bagnaia tidak menyentuh garis finis dalam lima seri pembuka musim 2026 setelah sebelumnya mengalami nasib serupa di Brasil dan Spanyol. Dilansir dari sport.detik.com, Bagnaia saat ini tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 43 poin.

"Saya rasa saya belum pernah melihat Pecco semarah ini," tulis seorang penggemar yang dikutip oleh sport.detik.com dari media sosial.

Penggemar lainnya memberikan tanggapan serupa terkait reaksi emosional pebalap asal Italia tersebut di area marshal.

"Saya melihat itu dan berpikir, 'Astaga, belum pernah melihat dia semarah itu," tambah penggemar lain dalam laporan yang sama.

Bagnaia menjelaskan bahwa dirinya sempat berjuang kembali ke barisan depan setelah merosot ke posisi lima pada lap pembuka. Namun, masalah teknis pada bagian depan motor menghambat performanya hingga memicu kecelakaan.

"Kami bekerja dengan baik dan banyak meningkatkan performa akhir pekan ini. Kami berada di posisi yang bagus dalam balapan hari ini, dan meskipun kami banyak kesulitan di awal balapan, saya berhasil kembali ke kecepatan semula," kata Bagnaia, pebalap Ducati, kepada Sky Italia.

Pebalap bernomor motor 63 ini menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh kekeliruan manuver yang dilakukannya secara pribadi di lintasan.

"Sayangnya, kami mengalami sedikit masalah, dan lap demi lap, saya kehilangan kepercayaan diri pada bagian depan motor, berusaha mempertahankan kecepatan yang sama. Hal itu bisa terjadi, dan kami akan mencoba mengatasinya," ujar Bagnaia.

Ia juga menyebutkan adanya kemiripan antara kendala teknis di Le Mans dengan apa yang dialaminya pada seri sebelumnya di Spanyol.

"Kami tahu mengapa saya jatuh, jadi tim pasti sedang mengusahakannya, tetapi ini bukan kesalahan manusia, dan hal itu bisa terjadi," jelas Bagnaia.

Bagnaia tetap optimis menatap seri berikutnya meskipun kehilangan kesempatan podium di Prancis.

"Hilangnya kepercayaan diri ini terjadi sekitar tujuh lap terakhir, dan sayangnya, keadaan semakin memburuk hingga saya tidak bisa berbelok seperti yang saya inginkan," papar Bagnaia.

Keyakinan ini didasari pada performa motor yang dinilai kompetitif sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi.

"Tetapi kami tahu persis mengapa saya mengalami kecelakaan, dan itu adalah sesuatu yang sangat membantu kami," lanjut Bagnaia.

Ia menargetkan hasil lebih baik di Catalunya setelah melakukan evaluasi mendalam bersama kru mekanik Ducati.

"Kami tampil cepat sepanjang akhir pekan, kami meraih pole position. Hari ini kami berada di posisi yang tepat, kami berada di belakang Bez di awal balapan, tetapi saya mampu mengatasinya dengan cukup baik, dan sayangnya apa yang terjadi, terjadilah," terang Bagnaia.

Proses perbaikan performa tersebut diharapkan mampu membuat Ducati mengimbangi dominasi Aprilia yang menyapu bersih podium di Prancis.

"Saya sangat percaya diri dengan pekerjaan yang kami lakukan, dan saya yakin kami akan tiba di Barcelona minggu depan setelah membuat langkah besar ke depan sejak pengujian, dan saya berharap kami dapat membuat langkah maju lagi untuk menyamai, atau bahkan melampaui, Aprilia," pungkas Bagnaia.

Pedro Acosta, yang berada tepat di belakang Bagnaia saat insiden terjadi, memberikan analisis mengenai faktor cuaca dan pemilihan ban. Dilansir dari Juara.net melalui Motosan, Acosta menduga ban kompon keras yang digunakan Bagnaia tidak bekerja optimal.

"Itu agak sedikit aneh," bedah Acosta, pembalap KTM.

Acosta melihat adanya ketidakstabilan pada cara berkendara Bagnaia beberapa putaran sebelum terjatuh.

"Karena dia melakukan beberapa kesalahan pada sejumlah putaran," ungkap Acosta.

Ia mengamati detik-detik jatuhnya Bagnaia saat dirinya sedang bersiap untuk melakukan manuver menyalip.

"Kejadiannya terjadi saat saya mencoba masuk. Dia terjatuh tepat di depan saya," imbuh Acosta.

Menurutnya, suhu lintasan yang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi ban bertipe hard.

"Mungkin juga itu karena trek yang masih dingin tidak cocok untuk kompon ban hard yang dia gunakan," tutur Acosta.

Acosta sendiri sempat mencoba ban tersebut pada sesi latihan pertama namun merasa kurang nyaman.

"Saya sudah menjajal kompon ban tersebut saat FP1," kata Acosta.

Ia membandingkan kondisi saat latihan dengan situasi balapan sesungguhnya.

"Kala itu, kondisinya lebih hangat (ketimbang saat balapan), namun saya merasa kesulitan," tutup Acosta.

Acosta mengakhiri balapan di posisi kelima namun merasa menyesal karena kehilangan posisi di lap terakhir.

"Saya sedikit terlalu bertahan," ungkap Acosta.

Penyesalan tersebut muncul karena ia merasa terlalu percaya diri akan mengamankan posisi finis.

"Saya sedikit merasa bersalah karena berpikir saya lebih dekat dengan target ketimbang kondisi sebenarnya," jelas Acosta.

Ia berkomitmen untuk belajar dari pengalaman tersebut agar tidak terulang pada seri mendatang.

"Setelah ini, saya akan selalu mengingat hal tersebut," ucap Acosta.

Ia berjanji akan tampil lebih agresif dalam mempertahankan posisinya dari pebalap lain.

"Saya takkan biarkan ada yang menyalip saya hanya dengan melihat saya," sambung Acosta.

MotoGP Prancis 2026 berakhir dengan kemenangan Jorge Martin, diikuti Marco Bezzecchi dan Ai Ogura yang semuanya menggunakan motor Aprilia.