Ketua Umum HIPMI periode 2015-2019 itu secara terbuka meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto agar dirinya dapat memanggil kepala negara dengan sebutan "Kakanda".
"Kalau Bapak berkenan, saya izin, Bapak, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto. Setuju nggak?" ucap Bahlil.
Menurut Bahlil, budaya panggilan "kanda-dinda" telah menjadi bagian dari identitas HIPMI.
"Tadi kita ada aspirasi, Pak, katanya panggilan 'kanda-dinda' itu sebenernya di Hipmi, Pak," ujarnya.
Menurutnya, sapaan Kakanda diharapkan dapat semakin mempererat kedekatan antara HIPMI dan Presiden, sehingga berbagai gagasan maupun aspirasi organisasi dapat tersampaikan dengan lebih mudah.
"Biar lebih dekat, Pak, supaya olahannya cepat masuk," ungkap Bahlil disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Munas HIPMI tahun ini mengusung tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional" dan dihadiri lebih dari 2.000 peserta.
Selain membahas agenda organisasi, Munas XVIII HIPMI akan menentukan kepemimpinan baru BPP HIPMI periode 2026-2029.
Empat kandidat yang bersaing memperebutkan kursi ketua umum adalah Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Anthony Leong.
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·