Bangun super team, PPIH mantapkan sinergi jelang puncak haji

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Makkah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah terus memantapkan persiapan jelang puncak ibadah haji dengan membangun kesatuan "super team" antara petugas kloter dan pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal mengatakan bahwa sinergi lintas entitas sangat penting untuk memastikan edukasi dan pembinaan tersampaikan dengan baik kepada seluruh jamaah calon haji, terutama jelang fase kritis di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Penyelenggaraan haji tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Kita ibaratnya harus memiliki tim yang super, bukan sekadar superman atau superhero. Tidak ada pihak yang paling unggul, semuanya harus bersinergi," ujar Ihsan usai kegiatan pembinaan petugas sektor, kloter, dan KBIHU di Makkah, Rabu.

Ihsan menjelaskan petugas kloter yang diamanahi oleh pemerintah berperan sebagai panduan utama bagi struktur di lapangan. Sementara itu, KBIHU menjadi elemen yang tidak kalah krusial mengingat banyaknya jamaah calon haji dalam satu kloter yang berafiliasi dengan kelompok bimbingan tersebut.

Oleh karena itu, komunikasi yang solid antara petugas PPIH kloter dan KBIHU sangat diharapkan agar tidak ada tumpang tindih arahan. Jika kolaborasi tersebut terjalin dengan baik, Ihsan meyakini jamaah calon haji dapat melaksanakan rangkaian ibadahnya dengan nyaman dan terarah.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi yang telah memasuki hari kedua itu dilaksanakan secara merata di seluruh sektor dengan membagi petugas ke dalam dua tim.

Melalui kegiatan tersebut, para petugas dan pimpinan KBIHU diharapkan dapat segera mentransfer informasi persiapan puncak haji secara langsung kepada para jamaah calon haji.

Lebih lanjut, Ihsan menekankan bahwa fokus utama pembinaan ini ditujukan pada dua sektor vital yakni bimbingan ibadah dan kesehatan. Bimbingan ibadah menjadi ruh utama dari pelaksanaan haji itu sendiri.

"Kesehatan juga sangat penting. Jaminan jamaah calon haji bisa melaksanakan fase Armuzna itu sangat bergantung pada kondisi fisik. Kalau kesehatannya prima dan kuat, maka insyaallah ibadahnya akan berjalan lancar," ujar Ihsan.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.