Sejumlah pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, mengalami kerugian materiil hingga jutaan rupiah setelah banjir berlumpur merendam area dagang mereka pada Sabtu, 2 Mei 2026. Genangan air setinggi mata kaki tersebut diduga kuat terjadi akibat proyek pembangunan gorong-gorong yang belum terselesaikan di kawasan jalan raya sekitar pasar.
Sistem pembuangan air yang tersumbat menyebabkan luapan air hujan langsung mengalir deras ke arah bangunan pasar yang posisinya lebih rendah. Dampaknya, stok barang dagangan milik warga pasar banyak yang mengalami kerusakan permanen akibat terendam air bercampur lumpur hitam pekat.
Salah satu pedagang, Debi, menjelaskan bahwa struktur gorong-gorong yang baru dibangun justru menjadi kendala utama karena akses buangan menuju kali besar masih tertutup rapat.
"Gorong-gorong jalan itu dibikin seperti terowongan, rencananya untuk akses ke kali besar. Tapi masih ditutup, jadi air masuknya ke pasar. Ini barang saya saja ada yang kena lumpur," ujar Debi, pedagang di lokasi.
Para pedagang juga menyampaikan kritik terhadap kinerja PD Pasar Jaya yang dinilai tidak memberikan solusi konkret terhadap masalah tahunan ini. Mereka menyebutkan bahwa pembersihan area baru dilakukan secara mandiri oleh pedagang mulai dini hari agar aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan.
Kekecewaan serupa disampaikan oleh Isnadi yang menyatakan bahwa frekuensi banjir di lokasi tersebut sangat tinggi selama beberapa bulan terakhir tanpa ada perbaikan signifikan.
"Hujan sedikit saja sudah masuk. Sejak bulan puasa sudah lebih dari lima kali. Pihak pengelola hanya melihat-lihat, tidak ada respons nyata," tegas Isnadi, pedagang lainnya.
Hingga Minggu siang, aroma tidak sedap sisa genangan limbah dilaporkan masih tercium di beberapa sudut pasar meski kegiatan jual beli mulai pulih. Berdasarkan laporan Metrotvnews.com, para pedagang kini mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengevaluasi kontraktor proyek agar sistem drainase dapat berfungsi optimal sebelum puncak cuaca ekstrem kembali melanda.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·