Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyatakan penambahan bantuan pangan beras pada 2026 dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional serta memperkuat daya beli masyarakat.
"Bantuan pangan menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap terlindungi,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Pemerintah memastikan tambahan penyaluran bantuan pangan pada 2026 sebanyak tiga kali dengan komoditas bantuan berupa beras 10 kilogram per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kebijakan itu menjadi langkah antisipasi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Baca juga: Bapanas usul tambahan anggaran Rp17,73 T perkuat stabilitas pangan
Bapanas menyebutkan pelaksanaan bantuan pangan tahun 2026 sebelumnya telah berjalan melalui penyaluran beberapa komoditas pangan. Penyaluran dilakukan langsung Perum Bulog.
Hingga 9 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan periode Februari-Maret 2026 secara nasional telah mencapai 62,16 persen atau telah diterima oleh 20,6 juta KPM. Sebanyak 413,3 ribu ton beras dan 82,6 ribu kiloliter minyak goreng telah diterima oleh masyarakat penerima manfaat.
Ketut menegaskan tambahan penyaluran bantuan pangan menjadi bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah dalam menjaga kondisi pangan nasional, melalui berbagai instrumen mulai dari pengelolaan cadangan pangan pemerintah, stabilisasi pasokan dan harga pangan, hingga intervensi pada komoditas pangan strategis.
Adapun keputusan tambahan penyaluran bantuan pangan pada 2026 sebanyak tiga kali dengan komoditas bantuan berupa beras 10 kilogram per KPM disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Baca juga: Kepala Bapanas: Izin usaha dicabut bila naikkan harga kedelai impor
Bantuan bangan beras akan diberikan kepada sekitar 33,2 juta KPM dengan total kebutuhan mencapai kurang lebih 1 juta ton beras untuk tiga kali penyaluran.
“Melihat juga nanti akan masuk musim kemarau dan melihat perkembangan terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah," kata Zulhas.
"Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan,” tambah Zulhas saat memimpin Rakortas di Jakarta, Selasa (9/6).
Penyaluran bantuan pangan beras akan dimulai pada Juli 2026, sementara dua periode berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi musim paceklik dan perkembangan situasi pangan nasional.
“Sebanyak tiga kali, atau untuk tiga bulan, 10 kilo kali 33.244.000 (KPM). Jadi kurang lebih 1 juta ton (beras yang akan disalurkan). Ini agar hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun,” tambahnya.
Dengan tambahan bantuan pangan beras sebanyak tiga kali pada 2026, pemerintah memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan sekaligus menjaga akses pangan bagi kelompok rentan menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Baca juga: Pemerintah intervensi jaring pengaman harga ayam ras pedaging hidup
Baca juga: Bapanas jaga ketat stok dan keterjangkauan pangan saat rupiah melemah
Baca juga: Bapanas kawal mutu beras yang diekspor ke Malaysia agar sesuai standar
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·