Barantin: Komoditas unggulan daerah perlu percepatan ekspor

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Palu (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengatakan komoditas unggulan daerah pada sektor pertanian maupun perikanan perlu melakukan langkah-langkah percepatan untuk menembus pasar ekspor.

"Kami memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan hayati, sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan, maka komoditas unggulan daerah perlu menjangkau pasar global. Kami siap membantu penguatan serta pemantapan teknis ekspor," kata Kepala Barantin RI Abdul Kadir Karding dalam kunjungan kerja di Kota Palu, Selasa.

Pada kunjungan itu Barantin dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) sepakat berkolaborasi mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah, demi mendukung kesejahteraan petani dan nelayan di daerah itu.

"Kami terus meningkatkan kapabilitas dan memperkuat pengawasan karantina terhadap lalu lintas komoditas yang memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan mutu pasar internasional,” ujarnya.

Baca juga: Barantin catat lalu lintas sapi naik 70 persen jelang Idul Adha 2026

Ia menjelaskan Barantin sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, memiliki tugas mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional.

Menurut Karding sinergitas antara pihaknya dan Pemprov Sulteng telah menunjukkan hasil positif, salah satunya keberhasilan ekspor durian ke pasar Tiongkok pada 2026.

“Durian Sulteng kini menjadi primadona dan telah menembus pasar Tiongkok lengkap dengan identitas asal Sulteng, tidak lagi melalui negara lain,” ucapnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Sulteng dan Barantin fokus bangun ekosistem durian nasional

Sulteng juga memiliki sejumlah komoditas ekspor potensial yang telah menembus pasar internasional, antara lain kelapa bulat, kelapa parut, tuna loin, sidat hidup, kepiting bakau, dan kerang darah.

"Masih banyak komoditas potensial lainnya yang dapat dikembangkan untuk pasar ekspor, seperti sarang burung walet, kakao, manggis, lobster, udang, kerapu hidup, gurita, ikan hias, dan berbagai produk perikanan lainnya. Pemprov Sulteng perlu memanfaatkan peluang itu," kata dia.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengemukakan, keberhasilan ekspor durian ke pasar Tiongkok menjadi langkah strategis membuka akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah lainnya.

Sebagai komitmen pemerintah daerah (pemda) pihaknya terus memperkuat peningkatan kualitas produksi, pembinaan petani dan pelaku usaha, serta penguatan sistem pengawasan guna memperluas akses ekspor.

"Potensi sejumlah komoditas pertanian, kelautan dan perikanan kami upayakan bisa masuk dalam daftar ekspor selanjutnya, supaya menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah," turut Anwar.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.