Barcelona mengajukan laporan resmi kepada UEFA terkait kondisi rumput di Stadion Metropolitano menjelang laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Klub asal Catalan tersebut menilai kualitas lapangan tidak memenuhi standar regulasi.
Permintaan audit resmi ini muncul setelah pelatih Barcelona, Hansi Flick, menunjukkan ketidakpuasan saat memimpin sesi latihan di stadion tersebut pada Senin (13/4/2026). Dilansir dari Detik Sport melalui laporan Marca, Flick sempat memeriksa langsung kondisi rumput dan melakukan protes kepada pejabat UEFA di lokasi.
Pihak Barcelona mengklaim bahwa rumput di markas Atletico Madrid tersebut terlalu tinggi dan kering. Kondisi ini dianggap menghambat aliran bola yang sangat krusial bagi strategi permainan penguasaan bola yang diusung oleh tim tamu.
Di sisi lain, manajemen Atletico Madrid menegaskan bahwa mereka telah mematuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh UEFA. Berdasarkan aturan federasi, tinggi rumput lapangan pertandingan tidak diperbolehkan melebihi batas maksimal 3 sentimeter.
Kewenangan pemeriksaan lapangan kini berada di tangan otoritas sepak bola Eropa. Merujuk pada Pasal 34.04 Peraturan UEFA, wasit atau delegasi pertandingan memiliki hak untuk memerintahkan tuan rumah melakukan pemangkasan rumput jika dianggap perlu sebelum sepak mula dilakukan.
Barcelona datang ke Madrid dengan ambisi mengejar ketertinggalan agregat setelah kalah 0-2 pada pertemuan pertama di Camp Nou. Untuk mengamankan tiket ke semifinal, tim asuhan Hansi Flick setidaknya harus memenangi pertandingan dengan selisih minimal tiga gol.
Insiden ini menambah catatan perselisihan antara kedua klub terkait fasilitas lapangan. Pada perempat final Liga Champions 2016, Barcelona juga pernah menyampaikan keluhan serupa mengenai kondisi rumput di Vicente Calderon, stadion lama Atletico, setelah mereka menelan kekalahan dua gol tanpa balas.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·