Jakarta -
Memasak bukan cuma soal resep, tetapi juga soal memahami teknik dasar dan cara menggunakan bahan dengan tepat. Sayangnya, masih banyak kesalahan kecil di dapur yang sering dianggap sepele padahal bisa mempengaruhi hasil masakan.
Hal-hal sederhana yang terlihat tidak terlalu penting ternyata bisa berpengaruh pada tekstur, rasa, hingga ketahanan bahan makanan saat diolah. Oleh karena itu, memahami teknik dasar memasak menjadi hal yang perlu diperhatikan agar hasil masakan lebih maksimal.
Berikut beberapa kesalahan umum di dapur yang perlu dihindari:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mengira Baking Soda dan Baking Powder Itu Sama
Meski terlihat mirip, baking soda dan baking powder memiliki fungsi yang berbeda dalam pembuatan kue. Baking soda merupakan bahan pengembang yang membutuhkan kandungan asam untuk bekerja, seperti yogurt, lemon, atau cuka.
Sementara itu, baking powder sudah mengandung campuran asam sehingga bisa langsung digunakan dalam adonan. Jika tertukar, tekstur dan rasa kue bisa berubah, bahkan membuat adonan gagal mengembang.
Mengganti baking powder dengan baking soda sebenarnya tidak direkomendasikan, tetapi masih bisa dilakukan dalam kondisi darurat. Hal ini dikarenakan baking soda memiliki efek mengembang yang lebih kuat sehingga takarannya perlu ditambah tiga kali lipat untuk menghasilkan efek seperti baking powder. Namun, penggunaan tersebut juga dapat mempengaruhi rasa adonan.
Sebaliknya, jika baking soda diganti dengan baking powder, diperlukan tambahan bahan asam agar adonan tetap bisa mengembang dengan baik. Takarannya pun perlu dikurangi karena baking soda memiliki daya pengembang yang lebih kuat dibanding baking powder.
Karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan baking soda dan baking powder dengan baik agar hasil masakan tetap maksimal.
2. Merebus Telur Tanpa Mengatur Waktu
Banyak orang merebus telur hanya berdasarkan perkiraan waktu. Padahal, lama perebusan sangat menentukan tingkat kematangan telur, mulai dari setengah matang hingga matang sempurna.
Saat merebus telur, penting untuk diketahui bahwa kuning telur matang pada suhu lebih rendah dibanding putih telur. Kuning telur matang di suhu sekitar 70 derajat celcius, sementara putih telur matang di suhu sekitar 80 derajat celcius.
Durasi perebusan pun bisa disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Berikut adalah tips merebus telur sesuai tingkat kematangannya:
2 menit: Putih telur belum matang sempurna dan kuning telur masih mentah
4 menit: Putih telur matang, kuning telur masih bertekstur cair
6 menit: Bagian luar kuning telur mulai padat, tetapi bagian dalam masih berair
8 menit: Kuning telur matang dengan tekstur sedikit lembek
10 menit: Putih dan dan kuning telur matang sempurna dengan tekstur padat
Untuk mencegah telur terlalu matang, telur sebaiknya segera dipindahkan ke air dingin atau air es setelah direbus. Selain itu, telur berukuran lebih besar biasanya membutuhkan tambahan waktu sekitar satu menit agar tingkat kematangannya sesuai dengan yang diinginkan.
3. Menyimpan Tempe Sembarangan
Tempe merupakan makanan fermentasi khas Indonesia yang terbuat dari kedelai. Karena melalui proses fermentasi, tempe memiliki umur simpan yang cenderung singkat dan mudah berubah kualitas jika disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Oleh karena itu, berikut tips menyimpan tempe agar tidak cepat busuk:
Pilih tempe dengan kemasan plastik jika tidak langsung dimasak karena umumnya lebih awet dibanding bungkus daun pisang.
Pastikan memilih tempe berkualitas baik dengan warna kedelai cerah, lapisan putih bersih, dan terasa hangat saat digenggam.
Simpan tempe di wadah kering dan kedap udara untuk memperlambat proses fermentasi.
Menyimpan tempe ke lemari pendingin (bukan freezer) bisa membuat umur simpannya menjadi lebih tahan lama hingga satu minggu.
Kenali tanda tempe mulai busuk, seperti berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, apabila warnanya sedikit kekuningan atau terdapat bercak hitam kecil, kondisi tersebut masih tergolong normal.
Memahami teknik dasar di dapur bisa membantu menjaga kualitas masakan tetap maksimal. Mulai dari mengenali fungsi bahan, memperhatikan waktu memasak, hingga cara menyimpan makanan dengan benar, hal-hal sederhana tersebut dapat membuat proses memasak jadi lebih praktis sekaligus mengurangi risiko masakan gagal.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·