Bayern Munchen resmi tersingkir dari Liga Champions setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Allianz Arena pada Rabu, 6 Mei 2026. Hasil ini membuat raksasa Jerman tersebut kalah agregat tipis 4-5 dari klub asal Prancis tersebut.
Kekalahan agregat ini terasa menyakitkan bagi skuad asuhan Vincent Kompany setelah perjuangan keras di dua laga babak semifinal. Meski mendominasi atmosfer pertandingan melalui dukungan penuh suporter, gol cepat tamu merusak rencana tuan rumah sejak awal laga.
Gelandang Bayern Munchen, Konrad Laimer, tampak sangat terpukul dengan hasil akhir yang membuat langkah timnya terhenti tepat sebelum partai puncak. Ia terlihat kelelahan setelah berjuang sepanjang waktu normal dan tambahan waktu di lapangan.
"Hart" kata Konrad Laimer, pemain tengah Bayern Munchen.
Pemain asal Austria tersebut menekankan bahwa tersingkir dalam pertandingan krusial seperti ini selalu memberikan dampak emosional yang berat. Ia menilai timnya sudah memiliki banyak kesempatan namun gagal mengeksekusi peluang dengan sempurna.
"Es ist immer hart, wenn man in so einem Spiel ausscheidet." ujar Konrad Laimer, Gelandang Bayern Munchen.
Laimer menambahkan bahwa dalam dua leg pertandingan, margin skor sangatlah tipis. Menurutnya, detail-detail kecil menjadi faktor penentu saat berhadapan dengan tim berkualitas tinggi seperti PSG.
"Wir hatten immer genug Momente, aber es hat der letzte Punch gefehlt. Über zwei Spiele ist es ein Ein-Tor-Spiel gegen eine sehr gute Mannschaft. Da entscheiden Kleinigkeiten" kata Konrad Laimer, Gelandang Bayern Munchen.
Pelatih Vincent Kompany memberikan apresiasi kepada lawan atas kemenangan mereka dalam laga yang sangat ketat tersebut. Ia mengakui bahwa PSG merupakan tim besar yang mampu mempertahankan keunggulan agregat mereka hingga peluit akhir berbunyi.
"Jetzt ist es natürlich bitter, wir haben verloren, das war knapp, ganz knapp, beide Spiele. Wir müssen respektieren, dass wir gegen einen großen Gegner gespielt haben" ujar Vincent Kompany, Pelatih Bayern Munchen.
Kompany juga menyoroti keputusan wasit pada laga sebelumnya di Paris yang masih meninggalkan kekecewaan mendalam bagi timnya. Ia merasa insiden hand-ball yang tidak diberikan bisa saja mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan.
"Natürlich tut uns diese Schiedsrichter-Entscheidung in Paris noch immer weh, weil am Ende verlierst du wegen einem Tor." kata Vincent Kompany, Pelatih Bayern Munchen.
Pelatih PSG, Luis Enrique, memuji karakter anak asuhnya yang mampu meredam gempuran Bayern Munchen di hadapan pendukung lawan. Enrique menilai kedisiplinan barisan pertahanannya menjadi kunci utama kesuksesan mereka melaju ke final.
"Es war ein sehr intensives Spiel" cetus Luis Enrique, Pelatih PSG.
Meskipun Bayern memberikan tekanan luar biasa, Enrique melihat timnya mampu menunjukkan mentalitas juara. Ia memuji soliditas lini belakang yang kali ini tampil lebih dominan dibandingkan lini serang mereka.
"Heute war die Defensive besser als die Offensive. Der Charakter, den wir gegen solch ein starkes Team wie den FC Bayern gezeigt haben, war großartig." ujar Luis Enrique, Pelatih PSG.
Kapten Manuel Neuer mengakui bahwa lini depan Bayern kurang tajam dalam penyelesaian akhir pada laga penentuan ini. Meski suporter telah menciptakan atmosfer luar biasa, efektivitas di depan gawang menjadi kendala utama.
"Ich glaube, wir waren heute keine Killer in der Offensive" aku Manuel Neuer, Kapten Bayern Munchen.
Neuer mencatat bahwa keberadaan tim di area kotak penalti PSG tidak cukup jelas untuk membuahkan gol kemenangan. Kiper veteran tersebut sempat melakukan beberapa penyelamatan penting untuk menjaga harapan tim, namun skor imbang tetap bertahan hingga laga usai.
"Das Stadion war da, wir waren auch da. Aber ich glaube, vorne in der Box von PSG war das dann nicht klar genug." kata Manuel Neuer, Kapten Bayern Munchen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·