Manajemen FC Bayern Munchen menerapkan aturan baru yang melarang tradisi siraman bir bagi para pemain saat merayakan potensi gelar juara Bundesliga ke-35 di Allianz Arena pada Minggu, 19 April 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga citra positif klub dan menghormati aspirasi masyarakat kota Munchen.
Keputusan tersebut menjadi sorotan mengingat Die Roten hanya membutuhkan hasil imbang melawan VfB Stuttgart untuk mengunci gelar liga musim ini. Pihak klub menegaskan bahwa perayaan tetap dilakukan secara meriah, namun tanpa elemen alkohol yang biasanya mengguyur pelatih dan pemain di lapangan.
Perubahan budaya perayaan ini dipicu oleh keinginan manajemen untuk menghindari potensi pemberitaan negatif di media massa. Meski tradisi ini sudah berlangsung lama dalam sepak bola Jerman, klub memilih untuk memulai era baru dalam seremoni juara mereka.
Seorang juru bicara klub memberikan penjelasan mengenai alasan di balik larangan siraman bir yang mengejutkan banyak pihak tersebut dalam laporan tsv-pelkum.de.
"Bahwa manajer harus menghormati keprihatinan para penggemar dan kota," ujar juru bicara klub.
Penegasan ini menunjukkan adanya pergeseran fokus klub dalam menangani respons publik dan otoritas setempat. Manajemen menilai citra profesional jauh lebih penting daripada mempertahankan ritual perayaan lama yang melibatkan tumpahan minuman beralkohol secara masif.
Antusiasme pendukung tetap tinggi meski ada pembatasan pada seremoni di lapangan. Sekitar 500.000 penggemar diperkirakan memadati Munchen untuk merayakan keberhasilan tim asuhan Vincent Kompany tersebut, selama mereka tetap mematuhi aturan ketat yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·