Benfica Imbang Lawan Braga dan Turun ke Peringkat Ketiga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Benfica harus turun ke posisi ketiga klasemen Liga Portugal setelah bermain imbang 2-2 melawan Sporting de Braga di Stadion Luz pada Senin, 11 Mei 2026. Hasil ini membuat posisi kedua yang memberikan akses ke Liga Champions kini direbut oleh rival mereka, Sporting CP.

Gol bagi Benfica dicetak oleh Rafa pada menit ke-46 dan penalti Vangelis Pavlidis di masa tambahan waktu menit 90+5. Sementara itu, dua gol balasan Braga dihasilkan melalui aksi Pau Victor pada menit ke-48 dan Gorby pada menit ke-88.

Hasil imbang kedua secara beruntun ini membuat Benfica mengoleksi 77 poin, tertinggal dua poin dari Sporting yang menang besar 4-1 atas Rio Ave. Di sisi lain, Sporting de Braga mengunci posisi keempat dengan 58 poin sekaligus memastikan tiket ke Liga Europa menurut laporan Correio da Manha Canada.

Kekecewaan suporter memuncak di Stadion Luz saat tim tamu sempat unggul 2-1 melalui gol Gorby. Para pendukung mulai menyuarakan penghinaan dan tuntutan mundur kepada Presiden Benfica, Rui Costa, yang berada di tribun kepresidenan sebagaimana dilaporkan A Bola.

Meski Pavlidis berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih di menit-menit akhir, kemarahan pendukung tidak mereda setelah wasit Joao Pinheiro meniup peluit panjang. Sebagian penonton membentangkan sapu tangan putih sebagai simbol protes atas kegagalan tim asuhan Jose Mourinho tersebut.

Para pemain Benfica sempat mendekati tribun No Name Boys dan menerima teriakan kecaman dari arah tribun. Intervensi petugas keamanan swasta sempat diperlukan saat protes penonton mendekati area pembatas tribun kepresidenan untuk meluapkan kekecewaan mereka.

"No período em avaliação, o luso-francês, de 26 anos, foi totalista nos quatro encontros disputados pelos maritimistas na prova, m..." kata pemain Maritimo, Samu Silva.

"Uma vergonha! Vocês são uma vergonha!" teriak para suporter di tribun Stadion Luz.

"Não foi penálti" kata Diogo Bezerra, pemain Braga.

"O objetivo cumprido" kata Pau Víctor, pemain Braga.

"A equipa juntou-se e sobreviveu" kata Carlos Vicens, staf pelatih.

"Não gosto de nada na minha vida" kata mantan juara dunia yang tidak disebutkan namanya.

"Nunca vi uma coisa destas" kata wasit Goalball Sporting CP.

"Sainz é o mais bem vestido da Fórmula 1 porque sou eu que o visto" kata narasumber dalam berita terkait di media A Bola.

Persaingan memperebutkan posisi kedua klasemen akan ditentukan pada pekan terakhir Liga Portugal musim 2025-2026. Benfica kini menggantungkan nasib pada hasil pertandingan lain untuk bisa kembali menembus zona kualifikasi Liga Champions.