Di tengah ramainya pengunjung yang memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (14/5), sekelompok jemaat mengenakan kaus hijau tampak berkumpul sambil berdoa bersama di salah satu sudut kawasan wisata tersebut.
Bagi mereka, libur nasional Kenaikan Yesus Kristus bukan hanya momen untuk beristirahat dan berekreasi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat iman sekaligus mendoakan tempat yang mereka kunjungi.
Rombongan itu merupakan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Faithful yang datang bersama dalam agenda tahunan bertajuk "Tetaplah Berdoa". Sebanyak 57 jemaat mengikuti kegiatan yang memadukan ibadah, doa, dan wisata keluarga di kawasan TMII.
Pendeta GPDI Faithful, Florence Kandou (55), mengatakan kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan yang rutin dilakukan setiap Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus.
“Kami datang ke sini karena Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Tujuannya untuk rekreasi, ibadah, dan juga mendoakan tempat ini. Di mana-mana kami berada, di situlah kami berdoa,” ujar Florence kepada kumparan saat ditemui di lokasi.
Menurut Florence, mendoakan tempat yang mereka datangi menjadi bagian dari cara jemaatnya berbagi berkat kepada lingkungan sekitar.
“Kami mendoakan orang-orang yang datang ke sini, pengelola, termasuk semua yang bekerja di sini, supaya sehat-sehat dan dijauhkan dari kecelakaan atau marabahaya,” katanya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai lokasi lain seperti Ancol, Ragunan, hingga kawasan Cilodong.
TMII dipilih tahun ini karena lokasinya dinilai lebih terjangkau bagi sebagian besar jemaat yang berasal dari wilayah Jakarta Timur, seperti Rawamangun dan Pulogadung. Selain itu, renovasi kawasan TMII juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Katanya sekarang sudah direnovasi, jadi kami ingin lihat. Sekarang lebih nyaman, ada kendaraan listrik juga untuk berkeliling,” ujarnya.
Selama berada di TMII, rombongan jemaat berkeliling menggunakan buggy car listrik dan sepeda keluarga untuk menikmati berbagai sudut miniatur budaya Indonesia.
Namun, menurut Florence, hal paling berharga dari perjalanan ini bukan hanya tempat yang dikunjungi, melainkan kebersamaan yang terjalin selama perjalanan.
“Yang kami dapatkan itu keceriaan dan kebersamaan. Bisa jalan bersama, tertawa bersama, itu yang penting,” katanya.
Pilihan warna hijau pada pakaian yang dikenakan para jemaat juga bukan tanpa makna. Selain menyesuaikan tema alam terbuka, kaus itu bertuliskan Tetap Setia dan Faithful, yang mencerminkan semangat komunitas mereka.
“Faithful artinya setia. Jadi kami ingin tetap setia, termasuk tetap setia dalam doa,” tutur Florence.
Di tengah suasana long weekend yang identik dengan liburan dan hiburan, sebagian pengunjung memilih cara berbeda untuk mengisi waktu. Di TMII pagi itu, doa dan rekreasi berjalan berdampingan.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·