Besiktas mengamankan tiket semifinal Piala Turki setelah mengalahkan Corendon Alanyaspor dengan skor 3-0 di Stadion Tupras pada Kamis, 23 April 2026. Kemenangan telak tersebut mengakhiri langkah tim tamu sekaligus memastikan pertemuan Elang Hitam dengan Konyaspor di fase berikutnya.
El Bilal Toure membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-17 melalui umpan silang Murillo, yang memutus catatan tanpa gol sang penyerang sejak Januari lalu. Besiktas kemudian memperlebar jarak lewat gol Oh di menit ke-83 dan sundulan Orkun Kokcu pada menit ke-85 untuk mengunci kemenangan.
Pertandingan ini menjadi momen kebangkitan bagi Toure yang sempat mengalami masa sulit akibat cedera. Pemain asal Mali tersebut kembali menunjukkan ketajamannya di lini depan setelah absen mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir bersama Besiktas.
Kapten tim Orkun Kokcu juga mencatatkan statistik impresif dengan koleksi sembilan gol sepanjang musim. Gelandang tim nasional Turki ini telah membukukan tujuh gol dan sembilan assist dalam 26 pertandingan liga sebelum tampil dominan dalam laga perempat final ini.
Kekalahan telak ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi kubu tamu. Pelatih Corendon Alanyaspor, Joao Pereira, menilai skor akhir tidak mencerminkan jalannya pertandingan karena timnya sempat memberikan perlawanan sengit di babak kedua.
"Today our dream ended. We performed better than in the Kasimpasa match. We fought until the second goal today. We couldn't get out of the pressures in the Kasimpasa match. We were able to achieve this in some parts of this match. We had to be more aggressive in the third zone. We changed some things at halftime. We were the masters of the game for 25 minutes in the second half. I think we caused difficulties for Beşiktaş. The fans started whistling because we kept the ball for 25 minutes. We lost our hopes with the second goal. Regarding the goal, I can say that such things happen in football, but 3-0 was not a result we deserved." ujar Joao Pereira, Pelatih Alanyaspor.
Pereira mengakui adanya keraguan dalam mengambil risiko saat menghadapi situasi krusial di babak gugur. Ia menegaskan tanggung jawab atas kegagalan tim dalam mempertahankan konsistensi performa saat melawan tim-tim besar.
"If you lose with a mistake in a quarter-final match, you are eliminated. You cannot be clear about taking risks. Our mentality is to fight head-to-head with every team. We cannot show this good performance to other teams. This is also my mistake. I couldn't find a solution, but I try to find a solution every day. I'm someone who hates to lose. I don't even let my children win when I play with them, but if we're going to lose, I'd rather lose like this. We want to play, we create positions. We didn't show anything in the Kasimpasa match. Our mentality changed in this match, we tried to play. We didn't wait with 11 players." kata Joao Pereira.
Laga ini juga diwarnai dengan perayaan Hari Kedaulatan Nasional dan Hari Anak di Turki. Para pendukung di tribun Stadion Tupras membentangkan bendera nasional sebagai bentuk penghormatan sepanjang jalannya pertandingan berlangsung.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·